Pemkab Bekasi Apresiasi Peran MUI dalam Penguatan SDM dan Sinergi Pembangunan Daerah
PEMERINTAHAN
Apr 14, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 59 Kali
HALALBIHALAL : Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin menghadiri Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi 1447 H. Bertempat di Aula KH. Noer Ali, Gedung Bupati Bekasi Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat, pada Selasa (14/04/2026). Jaja Jaelani/Diskominfosantik
CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten Bekasi mengapresiasi peran aktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas melalui berbagai program keumatan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, saat menghadiri acara Halal Bihalal MUI Kabupaten Bekasi di Ruang KH Noer Alie, Gedung Bupati Bekasi, Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, Selasa (14/04/2026).
Dalam sambutannya, Endin menyampaikan bahwa sinergi antara ulama dan umaro menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan apresiasi atas program-program nyata yang telah dilakukan MUI, khususnya dalam penguatan SDM, seperti Pendidikan Kader Ulama (PKU). Ini menjadi modal penting dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, pembangunan SDM tetap menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai efisiensi justru menghambat pembangunan SDM. Karena pada dasarnya, kekuatan pembangunan itu dimulai dari kualitas manusianya,” tambahnya.
Endin juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bekasi terus berkomitmen mendukung pengembangan SDM melalui berbagai program, di antaranya pemberian beasiswa bagi mahasiswa, bantuan pendidikan untuk jenjang SD dan SMP, hingga pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui program pendidikan dokter spesialis.
Selain itu, ia menyoroti potensi besar Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 57 ribu perusahaan. Menurutnya, potensi tersebut harus dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, MUI, Kementerian Agama, serta sektor industri.
“Jika ada sinergi yang kuat, termasuk dalam pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR), maka kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi dapat lebih cepat terwujud,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen, termasuk tokoh agama dan masyarakat, untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga kondusivitas daerah.
“Doa dan dukungan para ulama sangat penting agar berbagai persoalan yang dihadapi Kabupaten Bekasi dapat kita lalui bersama,” katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. KH. Mahmud, menegaskan komitmen MUI dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan SDM, khususnya melalui Pendidikan Kader Ulama (PKU).
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk mencetak ulama yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk penguasaan teknologi digital.
“Kami ingin melahirkan kiai-kiai yang mampu menjawab tantangan generasi milenial, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital dalam dakwah,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan teknologi, seperti penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan muda.
“Yang harus kita dorong bukan sekadar hafalan, tetapi kemampuan berpikir kritis. Ini menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan,” katanya.
Selain itu, MUI Kabupaten Bekasi juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemasyarakatan (lapas), dalam pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Program tersebut mencakup pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, tahfiz, hingga pendidikan kesetaraan.
“Kami ingin ketika mereka keluar dari lapas, tidak lagi membawa stigma negatif, tetapi memiliki bekal ilmu, keterampilan, dan akhlak yang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program-program tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi.
Melalui momentum Halal Bihalal ini, MUI Kabupaten Bekasi juga mendorong penguatan tata kelola organisasi agar lebih sistematis dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan cita-cita mewujudkan Kabupaten Bekasi yang maju, sejahtera, dan religius dapat tercapai.
Reporter : Fajar CQA
Editor : Yus Ismail