Terbanyak Kedua di Jawa Barat, Kabupaten Bekasi Berangkatkan 3.346 Jemaah Haji ke Tanah Suci
PEMERINTAHAN
Apr 2, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 37 Kali
MANASIK HAJI : Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menghimbau seluruh calon jemaah haji asal Kabupaten Bekasi agar mempersiapkan kesehatan fisik dan mental menjelang keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah, Sebanyak 3.346 jemaah mengikuti bimbingan manasik haji di Masjid Al-Azhar, Kawasan Jababeka, Cikarang Utara. Kamis, (2/04/2026). FOTO: Endar Raziq B / Diskominfosantik.
CIKARANG UTARA - Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menghadiri kegiatan Bimbingan Manasik Haji yang digelar di Masjid Raya Al-Azhar Jababeka pada Kamis (2/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama bagi calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Menurutnya, kegiatan manasik memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman menyeluruh kepada calon jemaah, mulai dari tata cara pelaksanaan ibadah haji, rukun dan wajib haji, hingga kesiapan mental, fisik, dan spiritual selama menjalankan ibadah.
“Manasik haji ini sangat penting agar para calon jemaah memiliki pemahaman yang utuh, baik terkait tata cara ibadah maupun kesiapan mental dan spiritual,” ujar Asep.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Kabupaten Bekasi akan memberangkatkan sebanyak 3.346 jemaah haji. Jumlah tersebut menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan jumlah jemaah haji terbanyak kedua di Jawa Barat.
“Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi. Para jemaah yang berangkat tahun ini bahkan telah menunggu sekitar 12 hingga 13 tahun sejak mendaftar pada 2013-2014,” jelasnya.
Asep turut mengajak para calon jemaah untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini. Ia menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan ibadah haji yang memerlukan stamina prima.
“Mulai sekarang jaga kesehatan. Yang memiliki riwayat penyakit seperti asam urat, kolesterol, atau darah tinggi segera berobat dan rutin memeriksakan diri. Manfaatkan fasilitas kesehatan dan BPJS yang ada,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta membawa persediaan obat-obatan pribadi sebagai langkah antisipasi selama berada di Tanah Suci.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, dan tertib. Asep mengimbau para jemaah untuk tetap tenang di tengah berbagai informasi global serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah.
“Insya Allah pemerintah telah mempersiapkan penyelenggaraan haji dengan sebaik-baiknya, termasuk aspek keamanan dan keselamatan jemaah,” katanya.
Tak lupa, ia berpesan agar seluruh jemaah menjaga nama baik Kabupaten Bekasi selama berada di Tanah Suci dengan menunjukkan sikap disiplin, tertib, serta saling tolong-menolong antar sesama jemaah.
“Jadilah duta daerah yang mencerminkan akhlak mulia selama menjalankan ibadah haji,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Asep berharap seluruh jemaah diberikan kemudahan, kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kelancaran, keselamatan, dan kembali sebagai haji yang mabrur,” tutupnya.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Bekasi Mulyono Hilman Hakim menambahkan, bahwa pelaksanaan bimbingan manasik haji terintegrasi memiliki dasar hukum yang kuat serta tujuan yang jelas dalam meningkatkan kualitas jemaah haji.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji ini tidak dilaksanakan secara sembarangan, melainkan mengacu pada regulasi yang berlaku, di antaranya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, serta Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 dan Nomor 2 Tahun 2025.
“Manasik haji ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan jemaah haji, sehingga mereka memiliki pemahaman yang baik dalam melaksanakan ibadah sesuai tuntunan agama, serta mampu meraih haji yang mabrur,” ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, jemaah juga diharapkan mampu menjaga dan melestarikan nilai-nilai kemabruran haji setelah kembali ke tanah air.
Dalam pelaksanaannya, manasik haji dilakukan melalui dua tahapan, yakni pembinaan di tingkat kecamatan yang dilaksanakan sebanyak empat kali di 13 titik lokasi pada tanggal yang telah ditentukan, serta manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten yang dilaksanakan satu kali.
Lebih lanjut, Mulyono mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji Kabupaten Bekasi yang akan berangkat pada tahun 2026 mencapai 3.355 orang. Sementara itu, total daftar tunggu jemaah haji di Kabupaten Bekasi saat ini mencapai 65.959 orang dengan masa tunggu rata-rata sekitar 26 hingga 30 tahun.
Ia berharap ke depan kuota jemaah haji untuk Kabupaten Bekasi dapat ditingkatkan guna mengurangi panjangnya masa tunggu.
“Kami berharap kuota haji untuk Kabupaten Bekasi ke depan dapat bertambah, sehingga dapat mengurangi masa tunggu yang saat ini cukup panjang,” ungkapnya.
Adapun jadwal keberangkatan jemaah haji Kabupaten Bekasi direncanakan dimulai pada 23 April 2026 dan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan Mei 2026 sesuai dengan kelompok terbang (kloter) yang telah ditetapkan.
Reporter : Andre M Jafar
Editor : Yus Ismail