Selasa, 16 Juni 2026

Laju Inflasi Kabupaten Bekasi Masih Terkendali, Meski Harga Sejumlah Komoditas Naik

EKONOMI   Jun 16, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 153 Kali


id13187_IMG-20260616-WA0017.jpg
Pedagang sayuran di Pasar Baru Cikarang. Foto : Dok. Diskominfosantik

CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan kondisi inflasi daerah masih berada dalam kategori aman dan terkendali, meskipun sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga akibat faktor distribusi dan biaya operasional di tingkat hulu.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, mengatakan hasil pemantauan harga dan daya beli masyarakat menunjukkan kondisi ekonomi daerah tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global, termasuk penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta dinamika geopolitik internasional.

"Hasil pendataan menunjukkan daya beli masyarakat masih berada pada zona aman, meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga," ujar Helmi di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan lalu, Kabupaten Bekasi mencatat angka 1,56 dan menempati peringkat kedelapan di Provinsi Jawa Barat. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas 1,58 yang menjadi indikator inflasi daerah dalam kondisi terkendali.

Menurut Helmi, capaian tersebut menunjukkan fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar masih belum memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, hasil pemantauan di sejumlah pasar rakyat menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis, antara lain daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah. Di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Cikarang, Pasar Cibarusah, dan Pasar Serang, harga beberapa komoditas bahkan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Helmi menjelaskan kenaikan harga tersebut dipengaruhi dua faktor utama, yakni gangguan rantai pasok pada komoditas hortikultura serta meningkatnya biaya operasional sektor peternakan dan distribusi.

Untuk komoditas daging sapi, harga di pasaran saat ini berkisar antara Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh biaya transportasi dan distribusi dari sentra peternakan maupun rumah potong hewan. Sementara itu, daging sapi impor turut terdampak oleh kondisi geopolitik global yang berpengaruh terhadap rantai perdagangan internasional.

Pada kelompok hortikultura, harga cabai merah keriting di Pasar Cibarusah tercatat mencapai Rp68.000 per kilogram. Sementara di Pasar Tambun dan Pasar Serang, harga masih berada di kisaran Rp45.000 per kilogram atau di bawah HET sebesar Rp55.000.

"Adapun cabai rawit merah dijual hingga Rp90.000 per kilogram di Pasar Cikarang dan Pasar Serang. Harga terendah tercatat di Pasar Babelan sebesar Rp65.000 per kilogram, namun tetap berada di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada bawang putih yang kini mencapai Rp40.000 per kilogram atau naik sekitar Rp10.000 dibandingkan harga normal. Sementara harga bawang merah berada pada rentang Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram," terangnya.

Di luar lima komoditas tersebut, harga kebutuhan pokok lainnya relatif stabil, termasuk beras premium dan minyak goreng yang tidak mengalami kenaikan berarti.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penguatan pasokan dari daerah lain. Salah satunya dengan mendatangkan komoditas cabai dari wilayah Sumatera guna mengatasi gangguan distribusi akibat menurunnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Barat.

"Selain dipengaruhi biaya operasional, kenaikan harga juga terjadi karena hambatan rantai pasok, seperti gagal panen cabai di Garut yang berdampak pada distribusi ke Pasar Induk Cibitung. Untuk menjaga stabilitas harga, kami menyiapkan pasokan alternatif dari Sumatera," kata Helmi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

Reporter : Fajar CQA

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Laju Inflasi Kabupaten Bekasi Masih Terkendali, Meski Harga Sejumlah Komoditas Naik
EKONOMI   Jun 16, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Genjot PAD, Pemkab Bekasi Siapkan Penertiban Pajak Air Tanah
EKONOMI   May 29, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Menata Pasar, Membuka Sejarah: Jejak Panjang Pasar Cikarang dari Era Kolonial hingga Kini
EKONOMI   May 7, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Disdag Pastikan Pasokan Bahan Pokok di Pasar Induk Cibitung Aman dan Stabil
EKONOMI   Apr 30, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Grand Opening PT Vitanova, Pemkab Bekasi Dukung Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
EKONOMI   Apr 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik