Selasa, 09 Juni 2026

MOOC Percepat Transformasi ASN Kabupaten Bekasi

UMUM   Jun 8, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 62 Kali


id13167_WhatsApp Image 2026-06-08 at 16.04.12.jpeg
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bekasi, Bennie Yulianto Iskandar.

CIKARANG PUSAT -- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi terus mendorong transformasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program Massive Open Online Course (MOOC) tahun 2026.

Program pembelajaran berbasis digital tersebut dinilai menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kapasitas ASN secara lebih luas, fleksibel, dan berkelanjutan.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bekasi, Bennie Yulianto Iskandar, mengatakan bahwa MOOC merupakan bagian dari upaya transformasi digital dalam pengembangan kompetensi ASN yang sejalan dengan kebutuhan birokrasi modern saat ini.

"BKPSDM memiliki peran strategis sebagai penyelenggara program MOOC untuk mendukung transformasi pengembangan kompetensi ASN. Melalui platform digital, proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur," ujarnya.

Menurut Bennie, pelaksanaan MOOC juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2024 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta berbagai regulasi yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) terkait pengembangan kompetensi ASN.

Ia menjelaskan, MOOC memiliki makna strategis dalam mempercepat pemerataan pengembangan kompetensi ASN berbasis teknologi digital. Program tersebut juga menjadi sarana kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur, khususnya bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bekasi.

"Melalui MOOC, kami berharap dapat mewujudkan ASN yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik," katanya.

Untuk memastikan program berjalan optimal, BKPSDM melakukan perencanaan yang matang serta menjalin koordinasi dengan seluruh perangkat daerah. Selain itu, kolaborasi juga dilakukan bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), LAN, dan para narasumber yang kompeten di bidangnya.

“Peserta aktif mengikuti diskusi, tanya jawab, penyelesaian tugas, hingga berbagai kegiatan pembelajaran lainnya. Ini menunjukkan semangat belajar ASN Kabupaten Bekasi yang sangat baik," ungkapnya.

Setiap tahapan pelaksanaan, lanjut Bennie, dievaluasi secara berkala guna mengukur tingkat partisipasi peserta, pemahaman materi, hingga efektivitas pembelajaran yang diberikan.

"Evaluasi menjadi bagian penting agar kualitas program terus meningkat dan dapat menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi ASN yang dinamis," jelasnya.

Ia menmbahkan, di tengah upaya efisiensi anggaran, BKPSDM tetap mendorong inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Sistem daring dinilai memberikan fleksibilitas bagi ASN untuk belajar tanpa mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan. Tak hanya itu, pendekatan tersebut turut memperkuat literasi digital ASN agar semakin siap menghadapi tuntutan pelayanan publik di era digital.

Lebih lanjut, kata Bennie, MOOC tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya belajar berkelanjutan di kalangan ASN.

"Fleksibilitas pembelajaran memungkinkan ASN belajar kapan saja dan di mana saja. Kami ingin membangun budaya belajar yang kuat sehingga ASN semakin adaptif, berorientasi pelayanan, akuntabel, dan menjunjung tinggi nilai-nilai ASN BerAKHLAK," katanya.

Dalam pelaksanaannya, BKPSDM juga menggandeng berbagai instansi dan pemangku kepentingan, termasuk LAN, BPSDM, kepala perangkat daerah, serta para narasumber dari berbagai bidang keahlian. Materi pembelajaran terus disesuaikan dengan kebutuhan aktual, termasuk penguatan integritas dan pencegahan korupsi.

Sementara itu, monitoring dilakukan terhadap seluruh proses pembelajaran, mulai dari tingkat kehadiran peserta, penyelesaian tugas, hingga implementasi hasil pembelajaran di lingkungan kerja masing-masing.

"Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan materi, metode pembelajaran, kualitas narasumber, maupun sistem penyelenggaraan MOOC secara keseluruhan," ujarnya.

BKPSDM berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan kinerja organisasi perangkat daerah.

"Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Jadikan MOOC sebagai sarana meningkatkan kompetensi diri, tanpa mengabaikan tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Mari bersama-sama mewujudkan ASN Kabupaten Bekasi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pelayanan demi mendukung terwujudnya Kabupaten Bekasi yang Bangkit, Maju, dan Sejahtera," pungkasnya.

Reporter : Dani Ibrahim

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

MOOC Percepat Transformasi ASN Kabupaten Bekasi
UMUM   Jun 8, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Mukab VIII Kadin Kabupaten Bekasi Diharapkan Perkuat Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah
UMUM   Jun 8, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dinas Lingkungan Hidup : Peran Bank Sampah Jadi Kunci Pengurangan Sampah dan Efisiensi PSEL
UMUM   Jun 5, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Komisi III Dorong Penguatan Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan IPAL di TPA Burangkeng
UMUM   Jun 3, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Salat Idul Adha di Masjid Nurul Huda Cibitung, Khotib Ajak Jemaah Perkuat Ketundukan kepada Allah
UMUM   May 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik