Rabu, 08 Juli 2026

282 Ribu Unit Usaha Jadi Target Pendataan Sensus Ekonomi di Kabupaten Bekasi

EKONOMI   Jul 8, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 34 Kali


id13289_Compress_20260708_145903_3268.jpg
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi, Krido Saptono saat pencanangan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026 di Gedung Bupati Bekasi, Rabu (8/7/2026). Foto : Jaja Jaelani/Diskominfosantik.

CIKARANG PUSAT - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi menerjunkan sebanyak 2.312 petugas untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

Dari jumlah tersebut, petugas sensus terbagi menjadi 2 yakni terdiri dari 2.044 Petugas Lapangan Sensus (PPL) dan 268 Pemeriksa Lapangan Sensus (PML) yang akan melakukan pendataan langsung terhadap berbagai aktivitas usaha masyarakat di seluruh kecamatan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, mengatakan progres pelaksanaan SE 2026 telah dimulai sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Pendataan dilakukan secara langsung melalui wawancara ke setiap unit-unit usaha.

“Progres sampai saat ini kita sudah mencapai sekitar 32% untuk pencacahan lapangannya. Alhamdulillah pelaksanannya masih terus berjalan (on the track) oleh para petugas di lapangan,” ujarnya usai Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Bupati Bekasi pada Rabu, (08/07/2026).

Krido menambahkan sensus ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi di setiap wilayah yang ada di Kabupaten Bekasi. Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh unit usaha di berbagai sektor baik sektor pertanian, jasa, perhotelan, ekonomi digital hingga sektor ekonomi riil lainnya.

“Selain pemetaan potensi ekonomi, hasil sensus ini juga nantinya akan menjadi acuan sebagai dasar untuk kebijakan pemerintah di sektor ekonomi, terutama dalam pengembangan ekonomi baik usaha berskala besar sampai dengan skala UMKM,” tambahnya.

Krido menyebutkan, BPS Kabupaten Bekasi sendiri menargetkan pendataan terhadap sekitar 282 ribu unit usaha di Kabupaten Bekasi. Namun jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dinamika perkembangan ekonomi daerah.

“Dari target 282 ribu ini, kemungkinan jumlah ini bisa saja bertambah seiring usaha-usaha baru yang bermunculan, termasuk usaha rumahan yang ada di sekitar kita,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Krido, dalam pelaksanaannya, BPS menggunakan dua metode pendataan. Metode pertama adalah Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) yaitu pendataan yang dikirimkan melalui surat elektronik (email) khusus bagi perusahaan-perusahaan besar.

“Metode CAWI yaitu digunakan untuk pendataan melalui formulir yang kita sebarkan melalui email. Metode ini biasanya untuk perusahaan-perusahaan besar dan mereka mengisi data usahanya secara mandiri,” jelas Krido.

Kemudian yang kedua yakni menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) merupakan pendataan yang dilakukan secara langsung atau door to door oleh petugas lapangan dengan memanfaatkan perangkat gawai (HP).

Menyikapi isu yang beredar di medsos, Kepala BPS Kabupaten Bekasi memastikan bahwa pendataan SE 2026 tidak ada kaitannya dengan soal pajak. Pihaknya juga menjamin kerahasiaan data sensus sesuai dengan amanat UU No 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“Kami konfirmasi bahwa Sensus Ekonomi tidak ada kaitannya dengan Pajak. Jadi masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu takut untuk memberikan data yang benar sesuai kondisi di lapangan. Seluruh informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jadi berikanlah gambaran yang sebenarnya, karena data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” jelas Krido.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa petugas sensus telah dibekali pelatihan secara intensif agar lebih matang sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari yang terbagi menjadi 2 hari pelatihan daring dan 3 hari pelatihan tatap muka.

“Kita juga telah menyelenggarakan delapan Training Center (TC) untuk melakukan pelatihan kepada petugas selama 3 gelombang. Dimana dalam pelatihan itu, tujuannya untuk menyamakan persepsi petugas, mempertajam pemahaman konsep dan definisi statistik, serta memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman sebelum diterjumkan ke lapangan,” ucapnya.

Krido mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi agar menerima kedatangan petugas sensus dari BPS serta bisa memberikan informasi yang benar, jujur, dan akurat sesuai dengan kondisi yang ada.

“Kami mengharapkan masyarakat khususnya para pelaku usaha dapat menerima petugas kami dengan baik dan tidak menolak kehadiran mereka. Berikan jawaban yang benar sesuai kondisi usaha masing-masing agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan potret usaha masing-masing. Kamu berharap pelaksanaan sensus ini dapat berjalan lancar hingga selesai pada akhir Agustus,” pungkasnya.

Reporter : Refki Maulana

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

282 Ribu Unit Usaha Jadi Target Pendataan Sensus Ekonomi di Kabupaten Bekasi
EKONOMI   Jul 8, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Targetkan Omzet hingga Rp2 Miliar, 52 UMKM Kabupaten Bekasi Siap Naik Kelas
EKONOMI   Jun 25, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemadaman Bergilir Tak Surutkan Semangat UMKM Bekasi Naik Kelas Lewat Kemitraan Ritel Modern
EKONOMI   Jun 24, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Media Sosial Jadi Kunci UMKM Bekasi Naik Kelas
EKONOMI   Jun 24, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Laju Inflasi Kabupaten Bekasi Masih Terkendali, Meski Harga Sejumlah Komoditas Naik
EKONOMI   Jun 16, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik