Rabu, 19 Agustus 2026

Tekan Abrasi Pesisir Pantai, DLH Bersama PT MILabs Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Hurip Jaya

SOSIAL   Aug 19, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 41 Kali


id13505_WhatsApp Image 2026-08-19 at 15.17.40.jpeg
ABRASI : Upaya menekan abrasi dan menjaga ekosistem pesisir terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, PT Menarini Indria Laboratories (PT MILabs) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menanam 1.500 bibit mangrove di garis pantai Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. foto : Fajar CQA

BABELAN - Upaya menekan abrasi dan menjaga ekosistem pesisir terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, PT Menarini Indria Laboratories (PT MILabs) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menanam 1.500 bibit mangrove di garis pantai Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Acara ini turut dihadiri Andrew Keitley, Regional Vice President, Supply Chain, Manufacturing & Quality Assurance dan Hardi Wibowo, Plant Director perwakilan Menarini Indria Laboratories.

Perwakilan DLH Kabupaten Bekasi yang mewakili Kepala DLH Kabupaten Bekasi Chris Manalu mengapresiasi langkah PT MILabs yang turut berkontribusi dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui penanaman mangrove.

Ia mengatakan, persoalan lingkungan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT MILabs yang telah bersama-sama melaksanakan salah satu upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui penanaman 1.500 mangrove,” ujarnya saat kegiatan di Perpustakaan Saung Edukasi Mangrove Pondok Dua Babelan, Selasa (18/8).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran. Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologis, ekonomi, serta sosial.

“Mangrove memiliki manfaat ekologis yang tinggi sebagai pengendali abrasi, habitat keanekaragaman hayati, dan penyimpanan karbon. Mangrove juga sangat berperan penting sebagai tempat ikan bertelur,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PT Menarini Indria Laboratories, Hardy Bowie, mengatakan penanaman mangrove merupakan salah satu langkah nyata untuk menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.

Dengan mengusung tema “Rooted Today, Thriving in the Future”, PT MILabs menanam sebanyak 1.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Hurip Jaya.

Hardy menuturkan, sejumlah wilayah di pantai utara Jawa telah mengalami kerusakan akibat abrasi, kenaikan muka air laut, serta penurunan permukaan tanah.

“Di pantai utara Jawa seperti di Demak dan Pekalongan, banyak daerah telah hilang akibat kenaikan suhu bumi yang mengakibatkan kenaikan air laut dan penurunan permukaan tanah. Untuk menyelamatkan dan menjaga kawasan pesisir, salah satunya adalah dengan menanam mangrove,” ujar Hardy.

“Oleh karena itu, kami dari pihak manajemen akan menghijaukan garis pantai ini dengan menanam 1.500 batang,” lanjutnya.

Kegiatan penanaman mangrove diikuti sekitar 60 peserta dari PT MILabs. Suasana kegiatan tampak berbeda ketika para peserta turun langsung ke kawasan pesisir dengan mengenakan kacu merah putih.

Nuansa merah putih tersebut turut memperkuat semangat nasionalisme dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan pesisir Kabupaten Bekasi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian sertifikat penghargaan oleh DLH Kabupaten Bekasi dan NGO Bentang Alam Bekasi Urban kepada PT MILabs atas dedikasi dan kontribusinya dalam kegiatan penanaman mangrove.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan mangrove agar keberadaannya dapat memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat pesisir Kabupaten Bekasi dalam jangka panjang.

Reporter : Fajar CQA

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Tekan Abrasi Pesisir Pantai, DLH Bersama PT MILabs Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Hurip Jaya
SOSIAL   Aug 19, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sunat Massal Pemkab Bekasi Disambut Antusias, Jadi Berkah bagi Warga Kurang Mampu
SOSIAL   Aug 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kesbangpol Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Demokrasi Berkualitas
SOSIAL   Aug 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
37 Tahun Menikah, Warna dan Unih Bersyukur Dapat Kepastian Hukum Lewat Sidang Isbat Nikah
SOSIAL   Aug 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Gelar Sidang Isbat Nikah Terpadu Bantu Warga Tertib Administrasi
SOSIAL   Aug 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik