Kamis, 03 September 2026

Tanam 1.500 Pohon Mangrove, DLH Berharap Rehabilitasi Pesisir Muaragembong Bisa Berkelanjutan

PEMERINTAHAN   Sep 3, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 116 Kali


id13590_Compress_20260903_143740_0403.jpg
Kegiatan penanaman 1.500 pohon mangrove di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kamis (3/9/2026).

MUARAGEMBONG — Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong upaya rehabilitasi ekosistem pesisir melalui kolaborasi bersama dunia usaha dan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman 1.500 pohon mangrove di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang digelar PT Cikarang Listrindo Tbk bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya rehabilitasi mangrove di pesisir utara Jawa sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan.

Anggota Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Crisly Manuel Manalu, mengatakan rehabilitasi mangrove menjadi langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang saling berkaitan.

“Bumi kita sedang menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran. Ketiga isu ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, dan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove, keberadaan mangrove memiliki manfaat ekologis yang sangat penting, mulai dari pengendalian abrasi, menjadi habitat keanekaragaman hayati hingga menyimpan karbon.

Selain manfaat ekologis, mangrove juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir, seperti mendukung produktivitas perikanan, menjadi sumber bahan pangan, serta dapat dikembangkan sebagai wahana edukasi dan wisata.

“Oleh karena itu, penanaman mangrove ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi sebuah langkah konkret dalam upaya kita menjaga kelangsungan ekosistem mangrove dan daerah pesisir,” katanya.

Crisly menegaskan, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman. Pemeliharaan dan keberlanjutan menjadi faktor penting agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.

“Pekerjaan ini tidak dapat selesai hanya dalam satu hari. Yang lebih penting adalah kebersamaan kita untuk merawat, menjaga, dan melanjutkan upaya rehabilitasi pesisir secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Risk & Compliance Associate Director PT Cikarang Listrindo Tbk, Winan Kusno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan pengembangan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas dan ekonomi, tetapi juga kelestarian lingkungan.

“Bagi kami, pengembangan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas maupun ekonomi masyarakat, tapi juga bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan yang menjadi tempat kita tinggal dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” jelasnya.

Winan menuturkan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga wilayah pesisir. Ekosistem tersebut membantu melindungi garis pantai dari abrasi, mengurangi risiko banjir dan gelombang, sekaligus menjadi habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting, serta biota pesisir lainnya.

“Karena itu, 1.500 pohon yang kita tanam hari ini bukan sekadar jumlah bibit yang ditanam, tapi merupakan investasi bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan, terutama untuk masyarakat Desa Pantai Harapan Jaya ini,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam merawat mangrove yang telah ditanam. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk menjaga ekosistem pesisir.

“Yang paling penting adalah bagaimana mangrove yang ditanam ini bisa terus dijaga, dirawat, dan tumbuh dengan baik. Harapannya, kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat Desa Pantai Harapan Jaya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” pungkasnya. (*)

Reporter : Tata Jaelani

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Pemkab Bekasi Matangkan Pilkades Digital, Bimtek KPPS Digelar Serentak di Enam Titik
PEMERINTAHAN   Sep 3, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tanam 1.500 Pohon Mangrove, DLH Berharap Rehabilitasi Pesisir Muaragembong Bisa Berkelanjutan
PEMERINTAHAN   Sep 3, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Normalisasi Irigasi BKG Pebayuran Capai 50 Persen, Targetkan 800 Hektare Sawah Terairi
PEMERINTAHAN   Sep 2, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Transparan dan Berintegritas, Lapas Cikarang Pastikan Seluruh Layanan Gratis Tanpa Dipungut Biaya
PEMERINTAHAN   Sep 1, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pansel Tegaskan Seleksi Calon Kades Lebih dari 5 Orang Melalui Mekanisme Terukur dan Transparan
PEMERINTAHAN   Aug 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik