MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut positif peluncuran program gentengisasi sebanyak 2,4 juta genteng yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut dinilai tidak hanya mendorong penggunaan material bangunan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku industri kecil dan menengah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, saat menghadiri Peluncuran 2,4 Juta Genteng di Lapangan Pasar Lawas Kabupaten Majalengka, Minggu (8/11/2026).
Acara yang dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ini dirangkaikan dengan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP)/KUR Perumahan.
Endin mengatakan, program gentengisasi merupakan langkah positif dalam mendukung pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan. Penggunaan material berbahan dasar tanah liat, seperti genteng dan batu bata, dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tradisi pembangunan rumah masyarakat Indonesia.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi peluang untuk menghidupkan kembali industri genteng, terutama industri rumah tangga dan para pengusaha kecil yang selama ini menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat.
"Program ini tentu sangat baik karena selain mendukung pembangunan yang ramah lingkungan, juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para pengusaha genteng skala kecil dan menengah," ujar Endin.
Ia menambahkan, program gentengisasi juga memiliki relevansi dengan karakteristik masyarakat Kabupaten Bekasi. Sebab, secara historis, penggunaan genteng telah menjadi bagian dari budaya pembangunan rumah masyarakat di wilayah tersebut, meskipun saat ini mulai berkembang penggunaan material atap lainnya.
Endin berharap, program tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten Bekasi. Terlebih, daerah ini memiliki potensi sektor properti dan perumahan yang cukup besar dengan banyaknya investor yang bergerak di bidang pembangunan perumahan.
"Kami berharap para pengembang perumahan di Kabupaten Bekasi juga dapat mendukung program ini dengan menggunakan genteng sebagai material atap rumah. Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat menyambut baik dan mendukung program gentengisasi ini," ungkapnya.
Selain mendorong pertumbuhan industri lokal, Endin menilai penggunaan material bangunan yang lebih ramah lingkungan juga dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama melalui upaya mengurangi polusi.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi dalam negeri melalui penguatan peran pengusaha lokal. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap permodalan dan investasi dalam negeri menjadi salah satu faktor penting agar pelaku usaha nasional mampu bersaing dengan investor asing.
"Kita berharap pengusaha lokal dan pengusaha dalam negeri mendapatkan kesempatan serta dukungan yang memadai, sehingga mampu berkembang dan bersaing dengan pengusaha dari luar," tambahnya.
Tidak hanya program gentengisasi, Endin juga mengapresiasi peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP)/KUR Perumahan yang diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ia menyebutkan, Kabupaten Bekasi pada tahun 2026 mendapatkan alokasi program sebanyak 145.000 unit rumah bersubsidi dari pemerintah. Program tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi masyarakat, khususnya pegawai dan karyawan dengan penghasilan menengah ke bawah, untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau.
Menurutnya, dukungan pemerintah melalui program perumahan dan fasilitas pembiayaan dapat membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, sekaligus mendorong pembangunan kawasan permukiman yang lebih tertata.
"Program ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, terutama para pegawai dan karyawan, agar memiliki kesempatan untuk mendapatkan rumah sendiri dengan dukungan pemerintah," jelasnya.
Endin berharap, berbagai program pemerintah di sektor perumahan tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, program gentengisasi dan KPP/KUR Perumahan diharapkan tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur hunian, tetapi juga memperkuat industri bahan bangunan dalam negeri, meningkatkan daya saing pengusaha lokal, serta memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki rumah yang layak huni.
Reporter : Jaja Jaelani
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 59028
Pengunjung Bulan ini : 761875
Total Pengunjung : 4730324