CIKARANG SELATAN — Pemerintah Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan mulai merealisasikan program ketahanan pangan tahun 2025 dengan mengembangkan budidaya ayam petelur. Program ini sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian pangan desa serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pj Kepala Desa Serang, Achmad Fadillah menuturkan, program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menciptakan desa yang mandiri secara pangan dan berdaya secara ekonomi.
“Pengelolaan ketahanan pangan tahun ini kembali difokuskan pada BUMDes, sehingga pengelolaannya lebih terstruktur serta dapat memberikan hasil yang maksimal dan dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat desa,” ungkap Fadillah, Selasa (06/05/2025).
Fadillah menuturkan, sebagai tahap awal, budidaya ayam petelur itu dilakukan di dua lokasi yang telah ditetapkan, yakni Dusun I (RT Memet) dan Kampung Pilar di Dusun III. Dengan total target populasi ayam mencapai 900 ekor, untuk kapasitas 500 ekor di Kampung Pilar dan sekitar 400 ekor di Dusun I.
Kandang dirancang secara khusus dengan rasio dua ayam per unit untuk menjaga efisiensi ruang dan produktivitas telur. Adapun progress pembangunan di Kampung Pilar telah mencapai 80persen, sementara lokasi kedua masih dalam tahap 50 persen. Seluruh proses pembangunan hingga pengelolaan dilakukan dengan melibatkan warga sekitar.
“Program ini bukan hanya soal produksi telur, tapi juga pemberdayaan warga. Semua proses melibatkan masyarakat, dan jika berhasil, akan kami replikasi di titik lain tahun depan,” jelasnya.
Dari sisi ketahanan pangan, budidaya ayam petelur ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar 850 butir telur per hari. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, telur-telur tersebut juga akan dipasarkan melalui jaringan distribusi desa, mendukung ketersediaan pangan bergizi yang terjangkau.
“Dengan hitungan yang matang dan keterlibatan masyarakat, kami ingin program ini menjadi model yang dapat direplikasi. Jika berhasil, tahun depan kami siapkan lokasi baru agar lebih banyak warga yang terlibat,” tambah Achmad.
Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan efisiensi tersebut, diharapkan budidaya ayam petelur ini dapat menjadi memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling dasar serta mendorong roda perekonomian desa agar lebih meningkat kedepannya.
Reporter : Arif Tiarno
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 8
Pengunjung Bulan ini : 150092
Total Pengunjung : 4102084