CIKARANG SELATAN — Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan penanganan pasca ambruknya atap bangunan lama di SMP Negeri 3 Cikarang Selatan, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, akibat curah hujan tinggi, berjalan cepat dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sekretaris Camat Cikarang Selatan, Udung Budiawan, menyampaikan bahwa pihak kecamatan menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu dari pemerintah desa setempat. Berdasarkan informasi yang diterima, bangunan yang atapnya ambruk merupakan gedung lama yang telah dikosongkan selama hampir dua tahun dan tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi bangunan yang sudah rapuh.
“Pada hari Minggu kami menerima laporan dari pihak desa melalui kepala desa bahwa terjadi ambruk atap bangunan SMP Negeri 3 Cikarang Selatan yang berlokasi di Desa Ciantra. Bangunan tersebut memang sudah hampir dua tahun dikosongkan karena kondisi bangunannya sudah rapuh,” ujar Udung Budiawan, Selasa (20/01/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya pihak kecamatan telah mengusulkan rehabilitasi total bangunan sekolah tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, pembangunan ruang kelas baru SMPN 3 Cikarang Selatan telah masuk dalam rencana realisasi pembangunan tahun 2026.
“Alhamdulillah, berdasarkan daftar yang kami terima dari Bappeda, SMP Negeri 3 Cikarang Selatan ini sudah masuk dalam rencana realisasi pembangunan tahun 2026 dengan nilai anggaran kurang lebih Rp2,7 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru, tepat di lokasi bangunan yang atapnya ambruk,” jelasnya.
Terkait waktu pelaksanaan pembangunan, Udung Budiawan menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada informasi teknis mengenai jadwal pelaksanaan. Namun demikian, pihak kecamatan berharap pembangunan tersebut dapat diprioritaskan agar segera direalisasikan.
“Untuk waktu pelaksanaan memang belum ada informasi lebih lanjut. Kami baru menerima informasi bahwa sekolah ini sudah masuk rencana pembangunan 2026, dan mudah-mudahan bisa diprioritaskan untuk segera dibangun,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan sementara, pihak kecamatan bersama pemerintah desa setempat telah melakukan upaya pengamanan di sekitar lokasi bangunan yang ambruk. Aparatur desa menggerakkan kerja bakti untuk menurunkan genteng yang masih berpotensi membahayakan serta memasang spanduk larangan mendekati area bangunan.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah desa untuk antisipasi kejadian lanjutan. Genteng yang masih menjadi beban sudah diturunkan melalui kerja bakti, dan kami pasang spanduk imbauan agar tidak mendekati area bangunan demi keamanan, khususnya bagi anak-anak,” ungkapnya.
Udung Budiawan menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak mengganggu aktivitas KBM, karena lokasi bangunan yang ambruk berada terpisah dari area gedung sekolah yang masih aktif digunakan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar. Posisi bangunan yang ambruk berada cukup jauh dari ruang kelas aktif, sehingga kegiatan sekolah tetap berjalan aman dan kondusif,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 3 Cikarang Selatan, Nur Diana, menegaskan bahwa bangunan yang ambruk merupakan gedung lama yang sejak dua tahun terakhir memang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sejak sekolah menerima gedung baru pada tahun 2025, seluruh peserta didik telah dipindahkan ke bangunan tersebut.
“Gedung ini memang sudah kami off-kan sejak dua tahun lalu. Terakhir kami menggunakan gedung ini di awal 2025. Begitu kami menerima gedung baru di tahun 2025, anak-anak langsung kami pindahkan ke gedung baru, sehingga gedung ini tidak lagi digunakan untuk KBM,” jelas Nur Diana saat ditemui di SMPN 3 Cikarang Selatan.
Ia menambahkan, rubuhnya bangunan tersebut tidak berdampak pada proses pembelajaran yang sedang berjalan. Pihak sekolah juga langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pengamanan dan pembersihan material bangunan.
“Robohnya gedung ini tidak mengganggu KBM. Alhamdulillah, area sekolah sudah dikondisikan, material yang berpotensi membahayakan sudah dibersihkan, dan kegiatan belajar mengajar berjalan normal,” ujarnya.
Terkait rencana ke depan, Nur Diana menyampaikan harapannya agar pembangunan ruang kelas baru yang telah direncanakan pada tahun 2026 dapat segera direalisasikan, sehingga ke depan SMPN 3 Cikarang Selatan dapat meningkatkan kenyamanan serta efektivitas pembelajaran bagi peserta didik.
Reporter : Arif Tiarno
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 9
Pengunjung Bulan ini : 432309
Total Pengunjung : 4104109