Senin, 04 Mei 2026

Program MBG di Kabupaten Bekasi Pacu Perputaran Ekonomi Lokal

PEMERINTAHAN   Jan 14, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 2.017 Kali


id12679_Compress_20260114_075912_2573.jpg
Kunjungan Asda III Setda kabupaten Bekasi, Iis Sandra Yanti dan Kabid PPM Bappeda Fadly Marissatrio ke BUMDes Karangpatri Kecamatan Pebayuran.

CIKARANG PUSAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat dinilai memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan dan penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Bekasi. Program ini tidak hanya menyasar peningkatan gizi anak, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan beban pengeluaran rumah tangga.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, menjelaskan bahwa MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.

“Kalau sebelumnya misalkan satu anak butuh uang jajan sekitar Rp 10 ribu per hari untuk makan, sekarang pengeluaran uang jajan tersebut bisa ditabung atau dialihkan ke kebutuhan lain di keluarganya," jelas Fadly.

Selain berdampak pada kesejahteraan keluarga, Pemkab Bekasi juga mengoptimalkan MBG untuk mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa. Berdasarkan instruksi Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah ditugaskan sebagai koordinator Satuan Tugas MBG.

“Di Kabupaten Bekasi, Satgas MBG resmi dibentuk tahun 2026 melalui SK Bupati. Setelah itu kami langsung turun ke lapangan,” katanya.

Strategi yang dikembangkan adalah menghubungkan petani dan nelayan lokal dengan dapur MBG melalui peran BUMDes. Bahan baku pangan diupayakan tidak lagi dibeli dari pasar dengan harga tinggi, melainkan langsung dari produsen lokal.

“Kami dorong petani menjual ke BUMDes, lalu BUMDes memasok ke dapur MBG. Petani terbantu, BUMDes hidup, dan ekonomi desa berputar,” ungkapnya.

Salah satu contoh keberhasilan model ini terdapat di BUMDes Pebayuran, Desa Karangpatri, yang kini mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja.

“Itu akan kami jadikan best practice atau proyek percontohan agar BUMDes lain di Kabupaten Bekasi bisa berkembang serupa,” tambah Fadly.

Menurutnya, sinergi MBG dengan potensi lokal merupakan langkah strategis untuk menjadikan program nasional ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

"Tujuannya untuk menumbuhkan perputaran ekonomi di wilayah, BUMDES diposisikan sebagai pemasok utama bahan baku MBG. Petani, nelayan, pembudidaya memasok bahan-bahan ke BUMDes," pungkasnya. 

Reporter : Fajar CQA

Editor      : Yus Ismail

 

Berita Lainnya

Ratusan Santri dari 18 Rumah Tahfizh se-Kabupaten Bekasi Ikuti Wisuda Akbar Khotmil Qur’an
PEMERINTAHAN   May 3, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Pastikan Pendampingan Penuh Jamaah Haji dari Keberangkatan hingga Kembali ke Tanah Air
PEMERINTAHAN   May 1, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
11 Korban Kecelakaan Kereta Masih Dirawat, Plt Bupati Besuk Langsung di RSUD Kota Bekasi
PEMERINTAHAN   Apr 30, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Pemkab Bekasi Gelar Uji Konsekuensi DIK
PEMERINTAHAN   Apr 30, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plt Ketua TP PKK Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Daerah
PEMERINTAHAN   Apr 29, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik