MUARAGEMBONG - Camat Muaragembong, Sukarmawan, menyampaikan penanganan sementara tanggul darurat terus dilakukan bersama lintas sektor terkait. Terdapat 4 titik tanggul kritis di aliran sungai Citarum di Muaragembong tepatnya di Kp. Bendungan Desa Pantai Bakti dan juga beberapa lokasi lainnya.
Sukarmawan mengatakan sebagai langkah darurat, sejak sore hingga malam warga bersama aparatur setempat bergotong-royong melakukan penanganan semantara dan kerja bakti seadanya dengan memanfaatkan bambu dan karung pasir. Selain itu, terdapat bantuan yang akan berdatangan setelah berkoordinasi dengan BPBD dan berbagai lintas sektor lainnya.
“Alhamdulillah hari ini bantuan dari BPBD akan datang sebanyak 500 karung ditambah bantuan dari Baznas sekitar 3000 karung yang memang sangat dibutuhkan. Insya Allah bantuan tersebut cukup, hanya saja ini sebagai langkah untuk penanganan sementara dulu," ujar Sukarmawan saat diwawancara bekasikab.go.id pada Selasa, (20/01/2026).
Sukarmawan menyebutkan berdasarkan laporan yang diterima saat kejadian banjir tengah malam, sekitar 15 KK (Kartu Keluarga) Kp. Bendungan Desa Pantai Bakti terdampak luapan sungai akibat jebolnya tanggul kritis. Satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat karena lokasinya sangat dekat dengan bantaran sungai.
“Berdasarkan info dari kepala desa setempat, kondisi air sudah mulai berkurang. Warga yang terdampak Insya Allah aman, sementara ini mengungsi di rumah warga yang rumahnya lebih aman dan luas,” jelasnya.
Sukarmawan menegaskan kondisi Muaragembong sejatinya relatif aman dari curah hujan lebat selagi tanggul Citarum dalam kondisi baik dan aman. Pasalnya air sungai langsung bermuara ke laut sehingga debit air cepat mengalir ke laut.
“Ancaman yang paling berbahaya bukan hujan, tapi kondisi tanggul sungai Citarum. Bahkan ada beberapa titik rawan yang hanya mengandalkan posisi tanah yang ditinggikan. Sehingga kalau tidak diberi tanggul permanen dengan bahan beton kekuatannya akan terbatas,” ungkap Sukarmawan.
Untuk solusi jangka panjang, Sukarmawan menyarankan agar dilakukan langkah preventif oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) seperti membuat tanggul permanen yang kokoh berbahan beton di titik-titik rawan baik di wilayah Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia.
“Hari ini BBWS akan meninjau lokasi dan nanti saya akan mendampingi dan mengajak meninjau lokasi tanggul kritis lainnya baik di Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia. Kami sangat mengharapkan langkah preventif dan kerja cepat BBWS, karena pencegahan jauh lebih bagus sehingga bisa menjadi solusi jangka panjang bertahun-tahun,” tegasnya.
Sukarmawan mengapresiasi kepada seluruh lintas sektor dan para donatur baik individu maupun kelompok atas respon cepat dan sinergi yang baik dalam membantu warga terdampak banjir.
“Alhamdulillah sinergi dan kerja sama lintas sektor sudah berjalan sangat baik, di antaranya BPBD, Baznas, PMI, dan Dinas Sosial sudah bergerak cepat dan responsif. Bahkan melalui surat resmi, bantuan sudah langsung dikirim. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh lintas sektor dan para donatur baik sifatnya individu maupun kelompok,” pungkasnya.
Reporter : Refki Maulana
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 9
Pengunjung Bulan ini : 432309
Total Pengunjung : 4104109