Jumat, 05 Juni 2026

Dinas Lingkungan Hidup : Peran Bank Sampah Jadi Kunci Pengurangan Sampah dan Efisiensi PSEL

UMUM   Jun 5, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 38 Kali


id13161_IMG-20260605-WA0013.jpg
BANK SAMPAH : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi saat melaksanakan program Pembinaan Bank Sampah tingkat RW. Foto ilustrasi

CIKARANG PUSAT - Keberadaan Bank Sampah di hulu menjadi fondasi utama dalam mengurangi volume sampah sebelum masuk ke sistem pengolahan di hilir seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng dan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kepala Tim (Katim) Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, mengatakan program Bank Sampah kini tidak lagi dipandang sekadar tempat pengumpulan sampah, melainkan menjadi fondasi utama pengurangan sampah dari masyarakat untuk mengurangi beban TPA Burangkeng.

“Perkembangan program pembinaan Bank Sampah di tingkat RT dan RW saat ini mengalami transformasi yang sangat positif dan strategis. Kami tidak lagi melihat Bank Sampah sebagai tempat pengumpulan biasa, melainkan sebagai fondasi utama pengurangan sampah dari hulu yang dapat mengurangi kapasitas di TPA Burangkeng,” ujarnya Jumat, (05/06/2026).

Nurul menjelaskan, penguatan Bank Sampah telah menjadi bagian dari Roadmap Penanganan Sampah Hulu-Hilir Kabupaten Bekasi Tahun 2025 hingga 2029. Pada tahun 2025, DLH menargetkan pembentukan dan pembinaan Bank Sampah di 80 RW dan untuk 2026 meningkat sebanyak 200 RW.

“DLH aktif turun ke lapangan memberikan pembinaan manajemen, tata cara pemilahan sampah yang bernilai ekonomis, hingga menanamkan semangat circular economy agar program ini mandiri dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga,” katanya.

Nurul menambahkan bahwa jumlah bank sampah di Kabupaten Bekasi saat ini mencapai 402 unit yang tersebar di 23 kecamatan. Namun, ada sebagian bank sampah di antaranya yang tidak aktif, meski demikian DLH terus mendorong dan melakukan pembinaan agar peran Bank Sampah semakin masif ke depannya.

Lebih lanjut, Nurul menyebutkan secara teknis kontribusi peran Bank Sampah mampu mereduksi sekitar 15 hingga 20 persen volume sampah rumah tangga langsung dari sumbernya sebelum diangkut ke TPA. Sehingga mampu mengurangi hingga puluhan ton sampah per harinya.

Adapun sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dipilah dan disalurkan ke industri daur ulang maupun mitra pengolahan sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.

“Dengan menyaring jenis sampah yang bernilai ekonomi (circular economy) dan mengarahkannya langsung ke industri penyerapan seperti komoditas RDF dan kemitraan swasta, puluhan ton potensi sampah anorganik berhasil dicegah masuk ke TPA Burangkeng setiap harinya,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurutnya Bank Sampah juga berperan penting sebagai kunci efisien teknologi PSEL. Melalui pemilahan sampah dari sumbernya, Bank Sampah juga dapat membantu menyediakan bahan baku yang lebih berkualitas dan meningkatkan efisiensi sistem pengolahan PSEL.

“Kontribusi terbesar Bank Sampah ke depan bukan hanya menurunkan tonase sampah, tetapi juga mengamankan kualitas sampah. Dengan pemilahan sampah yang baik di hulu (masyarakat), sampah residu yang masuk ke fasilitas pengolahan PSEL (Waste-to-Energy) menjadi lebih homogen, kering, dan siap olah,” katanya.

Menurutnya, kontribusi Bank Sampah terhadap pengurangan volume sampah di Kabupaten Bekasi sangat signifikan dan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan daya tampung atau umur pakai (life span) TPA Burangkeng yang saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas.

“Ini sangat krusial untuk memperpanjang usia pakai TPA kita yang kapasitasnya sudah sangat terbatas,” terangnya.

Nurul berharap, melalui berbagai program ke depannya dapat terciptanya sinergi sempurna dari seluruh unsur pentahelix menuju Zero Waste (Nol Sampah).

“Harapan besarnya adalah terciptanya integrasi total, ketika masyarakat tertib memilah di hulu melalui Bank Sampah, maka fasilitas teknologi modern kita di hilir seperti PSEL dan pengolahan RDF dapat beroperasi dengan efisien dan maksimal karena menerima pasokan sampah yang berkualitas,” tandasnya.

Reporter : Refki Maulana

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Dinas Lingkungan Hidup : Peran Bank Sampah Jadi Kunci Pengurangan Sampah dan Efisiensi PSEL
UMUM   Jun 5, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Komisi III Dorong Penguatan Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan IPAL di TPA Burangkeng
UMUM   Jun 3, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Salat Idul Adha di Masjid Nurul Huda Cibitung, Khotib Ajak Jemaah Perkuat Ketundukan kepada Allah
UMUM   May 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Wukuf: Syiar Keislaman dan Keuniversalan
UMUM   May 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Program SUMIJAN Posyandu Edelweiss, Ubah Minyak Jelantah Jadi Dana Operasional
UMUM   May 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik