Sabtu, 28 Februari 2026

IMSAK YANG SEBENARNYA

CAHAYA RAMADHAN   Feb 26, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 216 Kali


id12843_IMG-20260226-WA0006.jpg
Pof Dr KH Mahmud, M.Si, CSEE, MCE - Ketua MUI Kabupaten Bekasi

Oleh: Pof Dr KH Mahmud, M.Si, CSEE, MCE - Ketua MUI Kabupaten Bekasi

Imsak dalam puasa sering dipahami terlalu sederhana, sebagai tanda waktu. Beberapa menit sebelum subuh, berhenti makan dan minum. Selesai. 

Padahal, kalau dipikir lebih dalam, imsak bukan sekadar soal jam. Imsak itu latihan menahan diri. Intinya bukan berhenti makan, tetapi berhenti “kebablasan”. Imsak mengingatkan: jangan teruskan sesuatu yang bisa membuat anda rugi.

Dengan cara pandang ini, imsak itu seperti rem dalam berkendara. Mobil yang bagus tanpa rem tetap berbahaya. Begitu juga manusia. Pintar, punya jabatan, punya harta—semuanya bisa jadi masalah kalau tidak ada kemampuan menahan diri. Imsak mengajarkan jeda: berhenti sejenak, merenung, sadar batas.

Puasa sering berjalan di dua jalur yang berbeda. Ada puasa formalitas, ada puasa senyatanya. Puasa formalitas itu yang tampak: tidak makan, tidak minum, ikut jadwal buka. Ini penting, tentu saja. Tapi itu baru kulitnya. Puasa senyatanya adalah yang tidak selalu terlihat: menahan emosi, menahan ego, menahan keinginan untuk berlebihan, menahan godaan untuk mengambil yang bukan hak.

Masalahnya, kita kuat di jalur formalitas, tapi lemah di jalur senyatanya. Secara teknis berpuasa, tetapi secara sikap tidak. Lapar ditahan, tetapi amarah dibiarkan. Haus dijaga, tetapi keserakahan jalan terus. Di sini imsak kehilangan maknanya. Yang berhenti hanya makan, tapi kebiasaan buruk terus jalan.

Imsak sejatinya adalah jembatan antara puasa lahir dan puasa batin. Ia bukan hanya berkata “stop makan”, tetapi “stop kebablasan”. Stop marah tanpa kendali. Stop bicara yang melukai. Stop mengambil kesempatan yang merugikan orang lain. Imsak adalah kesadaran awal bahwa tidak semua yang bisa dilakukan itu pantas dilakukan.

Pejabat berpuasa, tetapi jabatannya tidak ikut berpuasa. Orangnya menahan makan dan minum, tetapi kekuasaan dipakai tanpa rem. Secara pribadi tampak religius, tetapi secara keputusan tetap merugikan. Ini bukan soal menyerang profesi tertentu, melainkan menggambarkan paradoks yang sering terjadi.

Jabatan itu seharusnya juga “berpuasa”. Artinya, kekuasaan menahan diri. Wewenang tidak dijalankan semaunya. Kesempatan tidak dipakai untuk keuntungan pribadi. Puasa kehilangan ruhnya kalau hanya berhenti di tubuh, tetapi tidak menyentuh cara menggunakan amanah. Imsak seakan ada di meja makan, tetapi tidak ada di meja keputusan.

Bahasa sederhananya begini: imsak itu supaya kita tidak rugi. Rugi bukan hanya soal pahala, tetapi soal hidup. Banyak masalah muncul bukan karena orang tidak tahu aturan, tetapi karena tidak tahu batas. Tidak berhenti saat harus berhenti. Tidak menahan diri saat seharusnya menahan diri. Imsak adalah pelajaran tentang batas itu.

Dalam kehidupan biasa pun sama. Imsak bukan cuma urusan sahur. Ia relevan saat kita ingin membalas emosi, saat ingin berkata kasar, saat tergoda berbuat curang, saat ingin mengambil jalan pintas. Imsak adalah suara kecil yang berkata, “Tahan dulu!” Sering kali, kerugian terbesar dalam hidup datang dari keputusan yang diambil tanpa jeda.

Kita perlu puasa solid. Puasa yang solid adalah puasa yang menyatukan formalitas dan kenyataan. Yang ditahan bukan hanya yang masuk ke mulut, tetapi juga yang keluar dari sikap. Yang dijaga bukan hanya perut, tetapi juga perilaku. Di titik ini, imsak tidak lagi dipahami sebagai hitungan menit, tetapi sebagai cara hidup.

Karena itu, imsak menegaskan bahwa menahan diri bukan kegiatan musiman, melainkan kebutuhan manusia. Tanpa imsak, puasa mudah menjadi rutinitas. Dengan imsak, puasa menjadi latihan karakter. Ia membentuk kebiasaan untuk tidak kebablasan,tidak serakah, dan tidak seenaknya. (*)

Berita Lainnya

IMSAK YANG SEBENARNYA
CAHAYA RAMADHAN   Feb 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Ini Dia Tata Cara Salat Idul Fitri
CAHAYA RAMADHAN   May 1, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Grup Marawis Asal Cibarusah Juarai Festival Ramadan Indosiar 2022
CAHAYA RAMADHAN   Apr 29, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Polres Metro Bekasi Peringati Nuzulul Quran dan Santunan Yatim Piatu
CAHAYA RAMADHAN   Apr 29, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Idul Fitri Kembali Kepada Fitrah Kafah Fitrah Universal
CAHAYA RAMADHAN   Apr 29, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik