Jumat, 19 Juni 2026

Gelar Bazar Olahan Perikanan, Diskan Kabupaten Bekasi Dorong Ekonomi UMKM dan Konsumsi Ikan

UMUM   Jun 19, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 92 Kali


id13202_IMG-20260619-WA0028.jpg
BAZAR : Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi terus mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui Bazar Olahan Perikanan (Baljar) yang menghadirkan berbagai produk hasil UMKM lokal. Tidak hanya memperkenalkan aneka olahan ikan yang lezat dan bergizi, kegiatan ini juga menjadi upaya nyata menekan stunting sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Foto: Dani Ibrahim.

CIKARANG PUSAT – Upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi pelaku usaha terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Bazar Prosuk Olahan Hasil Perikanan yang rutin digelar Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi sebagai sarana promosi produk hasil laut sekaligus kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan).

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Yulia Legiana, menjelaskan bahwa Bazar Produk Olahan Hasil Perikanan merupakan agenda rutin yang digelar sedikitnya satu kali setiap bulan. Bahkan, pada momentum tertentu seperti Ramadan, frekuensinya ditingkatkan hingga tiga kali dalam sebulan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sektor perikanan, tetapi juga menjadi salah satu langkah nyata menekan angka stunting melalui peningkatan konsumsi protein ikan bagi masyarakat.

"Kabupaten Bekasi memiliki wilayah pesisir yang cukup besar, yakni Muaragembong, Tarumajaya, Babelan dan Cabangbungin. Potensi ini kami dorong agar tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar, tetapi juga menjadi berbagai produk olahan yang menarik dan bernilai ekonomi lebih tinggi," ujar Yulia, saat meninjau Bazar Produk Olahan Hasil Perikanan, di Pasar Majong Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis (19/6/2026).

Dia mengatakan, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah rendahnya minat anak-anak mengonsumsi ikan secara langsung. Karena itu, Dinas Perikanan terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai inovasi olahan yang lebih disukai anak-anak.

"Masih ada akar stunting yang harus kita tekan. Salah satunya melalui Gerakan Gemar Makan Ikan dan program Siap Bugarkan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Harapannya, anak-anak Kabupaten Bekasi tumbuh sehat dengan asupan protein yang cukup," katanya.

Tidak hanya menyasar masyarakat pesisir, kampanye konsumsi ikan justru diperluas ke wilayah yang jauh dari pantai. Sebab, masyarakat di daerah tersebut relatif memiliki akses dan pengetahuan yang lebih terbatas terhadap ragam produk perikanan.

Yulia mengungkapkan, kandungan DHA yang baik untuk perkembangan otak tidak hanya terdapat pada ikan salmon yang harganya relatif mahal. Masyarakat dapat memperoleh manfaat serupa dari ikan kembung maupun ikan lele yang lebih terjangkau.

"Ikan kembung kandungan DHA-nya tinggi. Jadi tidak harus salmon yang mahal. Ini yang terus kami edukasikan kepada masyarakat karena sangat baik untuk tumbuh kembang anak maupun kesehatan orang dewasa," jelasnya.

Saat ini, sekitar 20 pelaku UMKM binaan telah berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan.

Selain pembinaan perizinan, Dinas Perikanan juga secara rutin memberikan pelatihan kepada kelompok PKK dan masyarakat desa mengenai teknik pengolahan ikan, pembuatan produk yang sehat dan menarik, hingga strategi pemasaran.

"Jadi bukan hanya mengonsumsi ikan untuk keluarga, tetapi masyarakat juga bisa memperoleh tambahan penghasilan melalui usaha olahan perikanan," ungkapnya.

Berbagai produk hasil binaan mulai bermunculan, mulai dari otak-otak, pempek, nugget ikan, hingga roti abon yang kini tengah dalam proses perizinan untuk dipasarkan secara lebih luas.

Sementara itu, Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Bekasi sekaligus pelaku usaha olahan perikanan Ahmad Sodikin, mengatakan, kegiatan bazar menjadi sarana efektif untuk mendekatkan produk kepada masyarakat sekaligus mengajak keluarga membiasakan konsumsi ikan sejak dini.

"Ikan itu murah dan bergizi. Melalui berbagai produk olahan seperti pempek, dimsum, kebab ikan, nugget hingga otak-otak, kami ingin anak-anak dan masyarakat semakin tertarik mengonsumsi ikan," ujarnya.

Menurut Ahmad, diversifikasi produk menjadi solusi agar masyarakat tidak bosan mengonsumsi ikan dalam bentuk biasa. Dengan tampilan yang lebih menarik, berbagai olahan tersebut mampu meningkatkan minat konsumsi, khususnya bagi anak-anak.

Selain menawarkan harga lebih terjangkau dibanding pasar umum, produk yang dijual dalam Baljar Olahan Perikanan juga telah melalui pembinaan dan memiliki standar kebersihan yang lebih terjamin.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap konsumsi ikan masyarakat terus meningkat, angka stunting dapat ditekan, serta sektor UMKM perikanan semakin tumbuh sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Reporter : Fajar CQA

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Gelar Bazar Olahan Perikanan, Diskan Kabupaten Bekasi Dorong Ekonomi UMKM dan Konsumsi Ikan
UMUM   Jun 19, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Doa Bersama, Asda 1 Berharap Spirit Kebersamaan dan Kolaborasi Jadi Modal Hadapi Tantangan
UMUM   Jun 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Jaga Produksi Pangan, Distan Kabupaten Bekasi Intensifkan Antisipasi Kekeringan
UMUM   Jun 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi: Pers Mitra Strategis Pembangunan dan Penguat Demokrasi
UMUM   Jun 13, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Hari Lingkungan Hidup 2026, DLH Bekasi dan Pelaku Usaha Hijaukan Bantaran Sukatani
UMUM   Jun 12, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik