DPMD Jabar Sosialisasikan Pilkades Digital di Kabupaten Bekasi
PEMERINTAHAN
Jun 12, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 61 Kali
Narasumber dari DPMD Provinsi Jawa Barat memberikan materi dalam kegiatan Pemutakhiran Data Penduduk dan Sosialisasi Pilkades Digital di Aula Kantor Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Kamis (11/6/2026).
SUKATANI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara Digital dan Pemutakhiran Data Penduduk di Aula Kantor Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Kamis (11/6/2026).
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMD Jawa Barat, Dimas T.R. Nainggolan, mengatakan penerapan Pilkades Digital bukanlah hal baru di Jawa Barat. Sebelumnya, sistem serupa telah diterapkan pada Pilkades tahun 2025 di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang.
“Di Kabupaten Indramayu dan Karawang kami sudah melaksanakan Pilkades Digital. Untuk tahun ini, Kabupaten Bekasi akan menerapkannya di 154 desa dengan skema satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di setiap desa,” ujarnya.
Menurut Dimas, Pilkades Digital memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sistem konvensional. Salah satunya adalah efisiensi anggaran. Jika pada Pilkades manual biaya pencetakan surat suara dapat mencapai Rp7 juta hingga Rp10 juta per TPS, maka pada sistem digital biaya operasional berkisar Rp3,6 juta per TPS.
Selain itu, proses penghitungan suara juga menjadi lebih cepat. Jika sebelumnya rekapitulasi suara dapat berlangsung hingga malam hari, melalui sistem digital hasil pemungutan suara dapat direkap hanya dalam waktu sekitar lima hingga sepuluh menit.
“Berita acara dan hasil penghitungan suara dapat langsung disusun setelah proses rekapitulasi selesai, sehingga lebih efektif dan efisien,” katanya.
Meski demikian, Dimas menekankan pentingnya kesiapan panitia dan akurasi data pemilih. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pilkades Digital di daerah lain, dua aspek tersebut menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan.
Ia menjelaskan, panitia harus memiliki pemahaman yang baik terhadap sistem digital agar mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, data pemilih tetap (DPT) harus diperbarui secara akurat untuk menghindari adanya warga yang sudah meninggal dunia, pindah domisili, atau tidak lagi memenuhi syarat namun masih tercantum dalam daftar pemilih.
“Kami meminta pemutakhiran data dilakukan secara maksimal agar DPT benar-benar valid dan akurat,” tegasnya.
Dimas menambahkan, penerapan Pilkades Digital merupakan bagian dari upaya modernisasi tata kelola pemerintahan desa yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam pemanfaatan teknologi digital pada penyelenggaraan pemilihan kepala desa.
Sementara itu, Camat Sukatani, Agus Dahlan, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pemangku kepentingan sebelum Pilkades Digital pertama kali diterapkan di Kabupaten Bekasi.
“Hari ini kami bersama Kecamatan Sukatani, Sukakarya, Cabangbungin, dan Muaragembong mengikuti sosialisasi Pilkades Digital yang disampaikan oleh DPMD Provinsi Jawa Barat dan DPMD Kabupaten Bekasi. Tentunya kami sangat menyambut baik kegiatan ini,” katanya.
Agus menilai penggunaan sistem digital akan mempermudah masyarakat dalam menggunakan hak pilih sekaligus mempercepat proses penghitungan suara. Berbeda dengan sistem manual yang menggunakan surat suara kertas, Pilkades Digital memanfaatkan perangkat elektronik yang terhubung dengan sistem data terintegrasi.
Menurutnya, sistem tersebut juga berpotensi meminimalkan berbagai persoalan teknis yang kerap muncul dalam pemungutan suara konvensional, sehingga hasil pemilihan dapat diketahui lebih cepat dan transparan.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pilkades Digital di Kabupaten Bekasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Walaupun berbeda pilihan, kita tetap satu sebagai masyarakat Kabupaten Bekasi yang aman, damai, dan rukun,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pilkades Digital di Kabupaten Bekasi sekaligus memastikan proses pemutakhiran data penduduk berjalan optimal guna mendukung terciptanya pemilihan kepala desa yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Reporter : Ike Sopiah
Editor : Yus Ismail