Selasa, 27 Januari 2026

Dinkes Imbau Warga Kabupaten Bekasi Waspadai Penyakit Pascabanjir

PEMERINTAHAN   Jan 26, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 62 Kali


id12726_IMG-20260119-WA0155.jpg
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengunjungi warga terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Senin (19/01/2026). Foto : Dokpim Pemkab Bekasi.

CIKARANG PUSAT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang kerap muncul pascabanjir. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, menyusul terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.

Menurut dr. Arief, penyakit pascabanjir umumnya mulai dirasakan warga sekitar satu minggu setelah banjir surut, terutama akibat paparan air kotor, lumpur, serta material lain yang terbawa banjir.

“Apalagi banjir tahun ini cukup besar dan membawa lumpur serta berbagai material lainnya. Penyakit yang sering dialami warga antara lain infeksi saluran pernapasan atas, batuk, pilek, demam, diare, gangguan kulit seperti dermatitis dan gatal-gatal, serta kelelahan yang menyebabkan pegal-pegal dan kelemahan otot,” ujarnya.

Memasuki musim penghujan yang masih melanda wilayah Kabupaten Bekasi, Dinkes Kabupaten Bekasi terus mengingatkan masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan penyakit pascabanjir.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Dinkes Kabupaten Bekasi telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk membentuk posko kesehatan, khususnya di wilayah terdampak banjir, guna mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang terkena dampak banjir, untuk selalu menjaga kesehatannya, memeriksakan diri ke posko-posko kesehatan baik yang ada di puskesmas maupun posko pengungsian masyarakat, dan menjaga kebersihan rumah pasca banjir,” ungkap dr. Arief.

dr. Arief mengungkapkan bahwa pascabanjir banyak warga yang mengeluhkan sakit batuk, pilek, serta gangguan penyakit kulit. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak berendam di air banjir dan selalu menjaga kebersihan tubuh, terutama kulit.

“Untuk saat ini belum ada informasi masyarakat yang terkena DBD ya, karena biasanya DBD itu banyak di musim pancaroba. Kalau sekarang ini masih musim hujan, jadi kemungkinan besar belum banyak kasus DBD,” paparnya.

Meski demikian, dr. Arief tetap mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tempat penampungan air.

“Untuk mencegah DBD, masyarakat agar selalu menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang yang bisa menampung air, sehingga nyamuk DBD tidak bisa bertelur dan berkembang biak,” imbaunya.

Ia menambahkan, apabila ditemukan kasus DBD di suatu wilayah, masyarakat diminta segera melapor ke puskesmas terdekat agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Jika memang di wilayah ada terdapat kasus DBD, kami minta masyarakat untuk segera melaporkannya ke puskesmas terdekat untuk dilakukan fogging terbatas di lokasi tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Arief mengakui bahwa pada musim penghujan ini rumah sakit di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan jumlah pasien dengan gangguan kesehatan. Namun demikian, kondisi tersebut masih dapat ditangani dengan baik dan tidak termasuk kategori penyakit berbahaya.

Ia juga mengimbau warga terdampak banjir agar menjaga daya tahan tubuh dengan asupan makanan dan minuman yang cukup, terutama bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, dr. Arief memastikan ketersediaan stok obat di puskesmas dan Puskesmas pembantu (Pustu) dalam kondisi aman dan dapat diakses oleh masyarakat.

“Jika ada keluhan kesehatan, masyarakat diharapkan segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Meskipun ada layanan puskesmas keliling, kami tetap mengimbau warga untuk aktif memeriksakan kondisi kesehatannya guna mencegah komplikasi yang lebih serius,” ujarnya.

Untuk layanan kegawatdaruratan kesehatan, masyarakat dapat menghubungi Call Center 119 PSC atau Call Center 112 dengan menekan tombol 2, terutama bagi yang membutuhkan bantuan medis darurat seperti evakuasi pasien, kecelakaan, maupun persalinan. (*)

Reporter : Tata Jaelani
Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Inovasi Balitbangda Berhasil Dorong Peningkatan IKK Secara Signifikan
PEMERINTAHAN   Jan 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dinkes Imbau Warga Kabupaten Bekasi Waspadai Penyakit Pascabanjir
PEMERINTAHAN   Jan 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Terapkan Kebijakan WFH Bagi ASN yang Akses Rumahnya Terputus Karena Banjir
PEMERINTAHAN   Jan 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Rawan Banjir, Pemkab Bekasi Hentikan Izin Pembangunan Perumahan
PEMERINTAHAN   Jan 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Merata di Setiap Desa Jadi Fokus RKPD 2027
PEMERINTAHAN   Jan 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik