BIMASAKTI 5.0 Antar RSUD Cabangbungin Menuju Smart Hospital Berbasis AI
UMUM
Jun 27, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 80 Kali
Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Hj. Erni Herdiani.
CABANGBUNGIN – RSUD Cabangbungin terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui inovasi BIMASAKTI (Body, Mind and Soul Activated Leadership and Services) sebagai upaya membangun budaya kerja yang sehat, inovatif, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi menuju AI-Driven Smart Hospital Culture.
Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Hj. Erni Herdiani, menjelaskan bahwa BIMASAKTI dikembangkan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin dinamis. Menurutnya, transformasi organisasi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi maupun sarana prasarana, tetapi harus dimulai dari perubahan budaya kerja pegawai agar sehat secara fisik, memiliki pola pikir inovatif, serta berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"BIMASAKTI hadir untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, kompeten, berintegritas, dan memiliki orientasi pelayanan yang kuat sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat," ujar dr. Erni Herdiani, Sabtu (27/6/2026).
Ia menerangkan, BIMASAKTI mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni Body melalui program peningkatan kesehatan pegawai seperti GESIT, PETARO, stretching, dan medical check up, Mind melalui penguatan kompetensi, inovasi, serta pengembangan potensi pegawai, dan Soul melalui pembentukan karakter pelayanan yang mengedepankan integritas, empati, serta budaya melayani.
Ketiga pilar tersebut dikelola secara terpadu melalui BIMASAKTI Management System (BMS) yang bekerja dengan siklus perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement).
"Kami ingin membangun Smart Hospital Culture, di mana setiap pegawai tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki semangat melayani, terus berinovasi, dan menjaga integritas sebagai bagian dari budaya organisasi," katanya.
Melalui sistem tersebut, seluruh data mengenai kesehatan pegawai, kinerja, inovasi, disiplin, hingga budaya integritas dikumpulkan dan diverifikasi sebelum diolah menjadi BMS Index, yang terdiri atas Body 30 persen, Mind 40 persen, dan Soul 30 persen.
Hasil pengukuran kemudian ditampilkan dalam dashboard digital sehingga pimpinan dapat melihat perkembangan individu, unit kerja, maupun organisasi secara real time sebagai dasar penyusunan program pembinaan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, serta berbasis data.
Implementasi BIMASAKTI telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Berbagai indikator strategis menunjukkan tren positif, di antaranya Bed Occupancy Rate (BOR) meningkat hingga 116,59 persen, Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 91, pendapatan BLUD melonjak dari Rp1,43 miliar pada 2022 menjadi Rp15,5 miliar pada 2025, sementara nilai Assessment Zona Integritas meningkat dari 85,64 menjadi 94,84.
Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Cabangbungin sekaligus efektivitas transformasi budaya kerja yang dijalankan.
"Keberhasilan ini bukan sekadar peningkatan angka kinerja, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh pegawai yang memiliki komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Bekasi," ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Erni mengungkapkan bahwa pengembangan BIMASAKTI kini telah memasuki tahap yang lebih maju. Jika sebelumnya sistem berfungsi sebagai alat monitoring dan evaluasi, kini proses analisis data hingga penyusunan rekomendasi intervensi mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sehingga mampu menghasilkan keputusan yang lebih cepat, akurat, sekaligus efisien.
"Sekarang tahapannya sudah lebih advance. Dalam melakukan analisa dan intervensinya sudah menggunakan AI dengan mengedepankan prinsip efektif dan efisien," jelas dr. Erni.
Menurutnya, pemanfaatan AI dipadukan dengan Big Data Analytics dan Decision Support System memungkinkan rumah sakit mendeteksi lebih dini berbagai permasalahan organisasi, menentukan prioritas pembinaan pegawai, memantau perkembangan kinerja secara real time, hingga menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
Pendekatan ini diharapkan semakin memperkuat budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
"Ketika Body sehat, Mind berkembang, dan Soul berintegritas, maka pelayanan publik akan semakin berkualitas, organisasi menjadi semakin kuat, dan kepercayaan masyarakat akan terus meningkat. Itulah tujuan utama yang ingin kami wujudkan melalui BIMASAKTI," tutup dr. Erni Herdiani. (*)
Reporter: Tata Jaelani
Editor : Yus Ismail