Usung Semangat Ramah Lansia dan Disabilitas, Kloter 26 Jemaah Haji Kabupaten Bekasi Diberangkatkan
PEMERINTAHAN
May 10, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 77 Kali
KLOTER 26 : Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja melepas keberangkatan kloter 26 jamaah haji Kabupaten Bekasi di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Minggu (10/05/2026). Foto: Jaja Jaelani/Diskominfosantik
CIKARANG PUSAT - Di tengah suasana haru yang menyelimuti Gedung Wibawamukti, ratusan calon jemaah haji Kabupaten Bekasi dari kloter 26 diberangkatkan menuju Tanah Suci dengan doa dan harapan, pada Minggu (10/5/2026).
Namun, lebih dari sekadar seremoni pelepasan, keberangkatan tahun ini membawa pesan penting: ibadah haji harus menjadi perjalanan yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua.
Semangat tersebut sejalan dengan tema penyelenggaraan haji tahun ini, “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Tema itu bukan sekadar slogan, melainkan komitmen pelayanan agar seluruh jemaah, khususnya kelompok rentan, dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan bermartabat.
Sebanyak 441 jemaah haji Kloter 26 asal Kabupaten Bekasi resmi diberangkatkan. Mereka didampingi empat petugas utama yang terdiri atas ketua kloter, dua pembimbing ibadah, satu dokter, dan satu tenaga kesehatan, sehingga total rombongan berjumlah 445 orang.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
“Ini adalah perjalanan spiritual. Kesehatan menjadi hal yang paling penting dalam menjalankan ibadah haji,” ujarnya saat memberikan sambutan pelepasan.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Asep juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah di Arab Saudi, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, maupun asam urat.
Ia meminta tim kesehatan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jemaah agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani secara optimal.
“Saya ingin seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi yang berangkat haji dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, stamina yang kuat, dan istirahat yang cukup,” katanya.
Menurutnya, perhatian terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan merupakan bentuk penghormatan kepada para tamu Allah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah haji. Karena itu, pengelompokan jemaah berdasarkan usia dan kondisi kesehatan dinilai penting agar pelayanan dan pengawasan dapat dilakukan lebih maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menitipkan doa bagi kemajuan Kabupaten Bekasi.
“Saya juga meminta para jemaah mendoakan Kabupaten Bekasi agar diberi kelancaran dalam pemerintahan dan menjadi daerah yang bangkit, maju, dan sejahtera,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasubag TU Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bekasi, Hj Tanti Da'wati S.Ag, MM, menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pelayanan bagi kelompok rentan, termasuk memberikan kesempatan bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas untuk didampingi anggota keluarga.
Menurutnya, pendamping dapat diberangkatkan apabila telah memiliki nomor porsi haji minimal lima tahun.
“Kami berusaha memberikan layanan terbaik. Lansia dan disabilitas bisa didampingi keluarga agar lebih tenang dan nyaman menjalani seluruh rangkaian ibadah,” ujarnya.
Selain itu, pelayanan fast track juga disiapkan untuk mempercepat proses pemeriksaan dokumen dan imigrasi, sehingga sangat membantu jemaah dengan keterbatasan fisik. Kementerian Agama juga menambah jumlah petugas perempuan guna memberikan pendampingan yang lebih optimal bagi jemaah perempuan.
Empat petugas pendamping Kloter 26 memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kelancaran perjalanan ibadah. Ketua kloter bertugas mengoordinasikan administrasi dan perjalanan, pembimbing ibadah memastikan pelaksanaan manasik sesuai tuntunan, sementara dokter dan tenaga kesehatan bertanggung jawab memantau kondisi fisik jemaah di tengah suhu ekstrem Arab Saudi yang dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
Sebagai langkah antisipasi, para jemaah telah dibekali edukasi kesehatan sejak awal melalui pemeriksaan medis, latihan kebugaran, hingga manasik haji di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Jemaah juga diimbau menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, cukup beristirahat, serta mematuhi arahan petugas selama berada di Tanah Suci.
“Jangan terlalu banyak melakukan hal-hal yang tidak penting. Fokuslah pada pelaksanaan ibadah,” kata Tanti.
Reporter : Dani Ibrahim
Editor : Yus Ismail