Minggu, 11 Oktober 2026

Soft Opening President University Hospital, Plt Bupati Bekasi Tekankan Pentingnya Akses Layanan Kesehatan yang Terjangkau

UMUM   Oct 10, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 121 Kali


id13822_Compress_20261010_155112_2641.jpg
Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menghadiri soft opening President University Hospital, di Jababeka Cikarang, Sabtu, (10/10/2026). Foto : Fajar CQA/Diskominfosantik.

CIKARANG UTARA – Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja mengapresiasi kehadiran President University Hospital yang menggelar soft opening yang berlangsung di Kawasan Jababeka Cikarang, pada Sabtu (10/10/2026).

Kehadiran rumah sakit tersebut dapat memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Bekasi, khususnya untuk penanganan penyakit kanker dan jantung.

Asep mengatakan, dengan hadirnya President University Hospital, jumlah rumah sakit di Kabupaten Bekasi meningkat dari 55 menjadi 56 rumah sakit.

“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Bekasi menambah satu lagi rumah sakit, dari 55 rumah sakit menjadi 56 rumah sakit. Mudah-mudahan kehadiran President University Hospital bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit dengan layanan spesialis dan fasilitas medis yang memadai sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, masih banyak warga yang memilih berobat ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura, untuk mendapatkan penanganan medis tertentu.

Asep mengatakan, President University Hospital dapat menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Kabupaten Bekasi, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan penyakit serius.

“Kalau rumah sakit ini memiliki kualitas yang bagus, masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri. Apalagi jika ke depan konsentrasinya pada penanganan kanker dan jantung, dua penyakit yang membutuhkan penanganan secara tepat,” katanya.

Ia juga menyambut baik rencana pengembangan Cardiac Center atau pusat layanan jantung di President University Hospital. Menurutnya, layanan tersebut berpotensi menjadi salah satu fasilitas rujukan bagi pasien dengan gangguan jantung yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain peningkatan fasilitas, Asep menekankan pentingnya akses pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat. Ia berharap pihak rumah sakit dapat menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait, termasuk dalam hal pelayanan peserta BPJS Kesehatan.

“Kedepannya rumah sakit ini bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat Kabupaten Bekasi dapat berobat dan dilayani dengan baik,” ungkapnya.

Asep juga berharap President University Hospital dapat terus berkembang, termasuk meningkatkan klasifikasi rumah sakit sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, rumah sakit tersebut berpeluang mendukung sistem rujukan bagi pasien yang membutuhkan layanan medis dengan tingkat penanganan lebih kompleks.

Menurut Asep, penguatan fasilitas kesehatan di daerah menjadi langkah penting agar masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas tanpa harus bergantung pada rumah sakit di luar negeri.

“Harapannya, rumah sakit ini terus berkembang, fasilitasnya semakin lengkap, dan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

Founder Jababeka, SD. Darmono, menekankan pentingnya upaya pencegahan penyakit atau preventif melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, menjaga kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit sekaligus menekan beban biaya pelayanan kesehatan.

Ia menilai, keberadaan rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan kesehatan dan penelitian medis.

“Sebetulnya, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana mencegah orang yang sehat jangan sampai menjadi sakit. Karena itu, masyarakat perlu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan menerapkan pola hidup yang baik,”ujarnya.

Darmono menilai, langkah preventif menjadi semakin penting karena biaya penanganan penyakit dapat menjadi beban besar apabila masyarakat terlambat mendapatkan penanganan medis.

“Rumah sakit ini juga harus mendidik masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan. Sebab, pencegahan jauh lebih penting agar masyarakat tidak sampai jatuh sakit,” katannya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan President University Hospital mampu mengembangkan kolaborasi internasional dan meningkatkan kompetensi tenaga medis agar dapat melayani masyarakat lokal maupun warga negara asing di kawasan industri Kabupaten Bekasi.

Ia menilai, dengan dukungan teknologi, riset, dan kemampuan komunikasi tenaga medis, Bekasi berpeluang menjadi salah satu tujuan layanan kesehatan berstandar internasionalnya.

Reporter : Andre M Jafar

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Cegah Bullying Sejak Dini, Formula dan Pena Bersinar Nusantara Edukasi Pelajar
UMUM   Oct 10, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Transisi, DPMD Ingatkan Pj Kades untuk Amankan Aset dan Tertib Keuangan
UMUM   Oct 9, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pembangunan Sedang Berlangsung, Konektivitas Muaragembong Terus Ditingkatkan
UMUM   Oct 7, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Lolos Tahap II ASN Berprestasi Jabar, Inovasi Puspita Sakura Bidik Bebas HIV 2030
UMUM   Oct 5, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik