Resmikan Kantor BPJS Cikarang, Plt Bupati Bekasi Prioritaskan Jaminan Kesehatan Masyarakat
SOSIAL
Apr 29, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 85 Kali
PERESMIAN : Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meresmikan gedung BPJS Kesehatan Cabang Cikarang sekaligus meninjau fasilitas pelayanan, yang berlokasi di Jalan Raya KH. Raden Ma'mun Nawawi Cikarang - Cibarusah, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan. Rabu, (29/04/2026). Endar Bachtiar/Diskominfosantik.
CIKARANG SELATAN – Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan jaminan kesehatan masyarakat menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bekasi. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan Gedung Kantor Cabang BPJS Kesehatan Cikarang di Jalan KH. Raden Ma’mun Nawawi, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Rabu (29/04/2026).
Dia menyampaikan Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk mencapai 3,4 juta jiwa membutuhkan sistem jaminan kesehatan yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan BPJS Kesehatan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar seluruh masyarakat terlindungi secara menyeluruh.
“Kabupaten Bekasi ini magnet yang sangat kuat, dengan ribuan perusahaan dan perputaran ekonomi yang besar. Saya ingin masyarakat Kabupaten Bekasi, ke mana pun mereka pergi, minimal memiliki jaminan kesehatan. Bukan dijaminkan hartanya, tetapi dijaminkan kesehatannya,” ujar Asep.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan merupakan investasi paling berharga bagi masyarakat. Karena itu, dirinya meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan tidak ada lagi persoalan tunggakan pembayaran layanan kesehatan yang dapat menghambat pelayanan kepada warga.
“Kalau sakit, saya ingin masyarakat cukup membawa kartu KIS atau BPJS dan bisa langsung berobat di mana pun. Jangan sampai ada hutang yang menghambat pelayanan. Selesaikan dan rapikan, karena ini menyangkut hak masyarakat,” tegasnya.
Asep juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan anggaran untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada BPJS Kesehatan. Sebagian besar kewajiban telah dibayarkan dan sisanya menunggu penyelesaian dari pemerintah provinsi agar pelayanan tetap berjalan maksimal.
“Rp163 miliar sudah dibayar, sisanya tinggal sedikit lagi. Kalau provinsi membayar sekitar Rp50 miliar, kita sudah siapkan Rp27 miliar. Uangnya sudah ada, tinggal dibayarkan. Saya tidak ingin ke depan ada tunggakan lagi,” katanya.
Ia juga meminta rumah sakit, klinik, maupun puskesmas agar tetap mengedepankan pelayanan kemanusiaan dan tidak menolak pasien hanya karena persoalan administratif. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan prosedur semata.
“Silakan terima dulu pasiennya, jangan pertaruhkan nyawa karena bicara regulasi. Kalau masyarakat butuh pengobatan dan perawatan, itu yang harus didahulukan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Erwin Fadillah, menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan layanan masyarakat dan kapasitas kantor sebelumnya yang sudah tidak lagi memadai untuk melayani peserta JKN.
Sebelumnya, operasional BPJS Kesehatan Cabang Cikarang masih menempati lokasi sewa di Ruko Cikarang Central City. Dengan jumlah peserta yang terus meningkat, dibutuhkan fasilitas yang lebih representatif agar pelayanan administrasi dapat berjalan lebih optimal.
“Gedung ini merupakan wujud peningkatan layanan BPJS Kesehatan Cabang Cikarang. Dengan adanya gedung baru ini, kami berharap pelayanan kepada peserta dapat berlangsung lebih nyaman, cepat, dan optimal,” ujar Erwin.
Hingga 31 Maret 2026, cakupan peserta JKN di Kabupaten Bekasi telah mencapai 98,63 persen atau sebanyak 3.421.704 jiwa. Capaian tersebut didukung oleh 6.293 badan usaha, 45 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), serta 208 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Menurut Erwin, dengan cakupan peserta yang sangat luas tersebut, keberadaan kantor cabang yang representatif menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pelayanan yang cepat, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
Senada Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menambahkan bahwa pembangunan gedung baru ini merupakan bagian dari langkah strategis BPJS Kesehatan dalam mengantisipasi pertumbuhan peserta JKN di wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.
Ia menjelaskan bahwa gedung baru ini dirancang dengan prinsip eco green office yang ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui pemanfaatan pencahayaan alami, sistem ventilasi optimal, efisiensi energi, serta penerapan layanan berbasis digital untuk mengurangi penggunaan kertas.
“Melalui fasilitas yang lebih representatif, kami berharap pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara lebih cepat, mudah, dan nyaman,” ujar Vetty.
Selain itu, gedung ini juga mengusung prinsip pelayanan inklusif dengan menyediakan akses yang ramah bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Gedung ini tidak hanya dirancang ramah lingkungan, tetapi juga memastikan layanan yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Kami berharap keberadaannya dapat memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan Program JKN,” tutup Vetty.
Reporter : Tata Jaelani
Editor : Fuad Fauzi