SETU — Pemerintah Kabupaten Bekasi mendampingi kunjungan World Bank bersama BAPPENAS dan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka peninjauan lokasi pelaksanaan pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, pada Jumat (30/12/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin yang didampingi perangkat daerah terkait, antara lain dari Dinas Kesehatan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, serta unsur pemerintah desa dan kader kesehatan setempat.
Sekda Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan, kunjungan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya warga Desa Kertarahayu, terkait upaya menurunkan angka stunting.
“Ini sangat bermanfaat karena memberikan edukasi juga kepada warga Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Tadi ada lima pos yang dikunjungi oleh World Bank, yang intinya bagaimana kita di Kabupaten Bekasi menurunkan angka stunting,” ujar Endin Samsudin.
Endin Samsudin menjelaskan, pada pos pertama rombongan meninjau layanan ibu hamil yang diisi dengan dialog dan diskusi mengenai upaya menjaga kesehatan selama kehamilan agar anak yang dilahirkan tidak mengalami stunting, termasuk melalui olahraga dan pola hidup sehat.
Selanjutnya, pada pos kedua, rombongan mengunjungi posyandu yang menerapkan lima tahapan pelayanan, mulai dari pendaftaran, penimbangan, hingga pemeriksaan kesehatan bayi, sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan anak dan pencegahan stunting sejak dini.
Pada pos ketiga, rombongan menyambangi PAUD, di mana berlangsung kegiatan lomba mewarnai dan dialog dengan anak-anak. Endin menilai kegiatan tersebut mampu memberikan semangat dan motivasi belajar bagi anak-anak.
“Anak-anak terlihat sangat senang dan termotivasi. Mereka tahu ada tamu dari luar yang hadir, sehingga ini memberi semangat belajar ke depan agar anak-anak kita lebih sukses,” katanya.
Kunjungan dilanjutkan ke pos keempat, yakni kegiatan penyuluhan bagi orang tua anak PAUD yang dikenal dengan Pos Empat Matahari. Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi pola asuh anak serta pentingnya peran ayah dan ibu dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk pemenuhan gizi dan kesehatan.
Sementara pada pos terakhir, disampaikan penjelasan terkait dukungan anggaran desa untuk penanganan kesehatan. Dari total APBD Desa sekitar Rp4 miliar, sebesar Rp208 juta dialokasikan untuk penanganan kesehatan, termasuk mendukung program penurunan stunting yang dirumuskan melalui musyawarah dusun dan musyawarah desa.
Endin juga menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat.
“Kami berharap para kader tetap semangat menjalankan perannya, baik di posyandu maupun di lingkungan desa. Peran kader sangat penting dalam memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan terhindar dari stunting. Dengan kerja bersama dan komitmen semua pihak, kami optimistis Kabupaten Bekasi ke depan akan semakin baik,” pungkasnya.
Reporter : Arif Tiarno
Editor : Fuad Fauzi
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 10
Pengunjung Bulan ini : 432413
Total Pengunjung : 4104213