Minggu, 09 Agustus 2026

Pemkab Bekasi Resmi Akhiri Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

PEMERINTAHAN   Mar 12, 2023  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 1.634 Kali


id6831_Compress_20230312_203953_3718.jpg
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan memimpin Rapat Evaluasi Akhir Tanggap Darurat Hidrometeorologi, di Gedung BPBD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Minggu (12/03/2023). FOTO : DOKPIM PEMKAB BEKASI..

CIKARANG PUSAT - Pemerintah Kabupaten Bekasi secara resmi mengakhiri status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang ditetapkan sejak 27 Februari hingga 12 Maret 2023. Dicabutnya status tanggap darurat ini seiring dengan telah surutnya banjir di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Berdasarkan hasil evaluasi, baik rakor harian maupun rapat evaluasi akhir, bisa kita nyatakan bahwa banjir di Kabupaten Bekasi sudah surut," kata Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan usai memimpin Rapat Evaluasi Akhir Tanggap Darurat, di Gedung BPBD Kabupaten Bekasi, Minggu (12/03/2023). 

Dani Ramdan menyampaikan, usai berakhirnya masa tanggap darurat bencana, Pemkab Bekasi akan melanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

"Kita lanjutkan di tahap rehabilitasi-rekonstruksi pasca bencana, kita evaluasi apa saja yang harus diperbaiki dalam penanganan tanggap darurat, masalah informasi pencatatan dan data, kemudian respon cepat," terang Dani. 

Pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, sambungnya, fokus pemerintah daerah akan mengarah pada data-data kerusakan dan tindaklanjutnya, selain itu, pemantauan dan evaluasi juga terus dilakukan.

"Data kerusakan akibat banjir itu akan dilakukan perbaikan, kapan akan diperbaiki, serta sumber dananya dari mana, ada yang bisa ditangani APBD Kabupaten, yang ke provinsi, pusat, atau menggalang bantuan dari dunia usaha," jelasnya. 

Dani menyebutkan, berdasarkan siklus musiman dari BMKG, dilaporkan pada akhir Maret atau awal April 2023 ini sudah memasuki musim kemarau. Karena itu, menurutnya, rapat evaluasi akhir tersebut sekaligus membahas antisipasi kekeringan di Kabupaten Bekasi.

"Ada 4 kecamatan yang diantisipasi akan kekurangan air, yaitu di antaranya Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, Serangbaru, itu harus segera dilakukan langkah-langkah antisipasi mulai dari Dinas SDA, kemudian Dinas Pertanian dan PDAM," katanya.

Langkah persiapan lintas perangkat daerah untuk mengantisipasi kekeringan, kata dia, di antaranya dengan memanen atau memanfaatkan air hujan selama sebulan ke depan, dengan penyimpanan seperti di embung, dan sumber lainnya.

"Kemudian sumber-sumber air bersih jika daerah-daerah tersebut akan berpotensi kekeringan ini, suplainya dari mana? Apa dengan armada tangki dari PDAM, dari BPBD maupun dari Palang Merah Indonesia," jelasnya.

Dani berharap jika hal tersebut bisa diantisipasi, maka saat kemarau datang, masyarakat Kabupaten Bekasi tidak merasakan kesulitan air seperti yang terjadi sebelumnya.

Reporter : Fajar CQA

Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Tak Hanya Hiburan, Gebrak Volume 2 Jadi Wadah Generasi Muda Kenalkan Karya dan Kreativitas
PEMERINTAHAN   Aug 8, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
GEBRAK Volume 2 Hadirkan Ragam Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah
PEMERINTAHAN   Aug 8, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kejar Target 100 Persen, Pemkab Bekasi Genjot Realisasi Pembangunan
PEMERINTAHAN   Aug 6, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Disdamkar Kabupaten Bekasi Bidik Prestasi Terbaik Ajang Fire Fighter 2027 Tingkat Jawa Barat
PEMERINTAHAN   Aug 6, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
43 Perusahaan Unjuk Keterampilan di Fire Fighter Skills Competition Damkar 2026
PEMERINTAHAN   Aug 6, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik