Pemkab Bekasi Apresiasi Lima Perusahaan Rehabilitasi Lahan Eks Bangli
UMUM
Aug 28, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 91 Kali
PENGHARGAAN : Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan piagam penghargaan kepada 5 perusahaan atas kontribusi dan dukungannya dalam kegiatan penanaman pohon untuk rehabilitasi lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis pasca penertiban bangunan liar (bangli) di wilayah Kabupaten Bekasi. Foto : Andy Imanudin
CIKARANG BARAT - Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan piagam penghargaan kepada 5 perusahaan atas kontribusi dan dukungannya dalam kegiatan penanaman pohon untuk rehabilitasi lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis pasca penertiban bangunan liar (bangli) di wilayah Kabupaten Bekasi.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dunia usaha dalam mendukung upaya pemulihan fungsi lahan sekaligus memperkuat penghijauan dan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bekasi. Penghargaan diberikan di sela-sela kegiatan aksi penanaman 100 pohon untuk lahan pasca Penertiban Bangli di Jl. Inspeksi Kalimalang, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, pada Jumat, (28/08/2026).
Asisten Administrasi Umum (Asda III) Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Iis Sandra Yanti, menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah berkontribusi dalam aksi penanaman pohon. Menurutnya, keterlibatan dunia industri menunjukkan adanya kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Saya memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha atas dukungan dan kontribusinya dalam kegiatan aksi penanaman pohon ini. Hal ini menunjukkan bahwa dunia industri memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Iis menilai, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, ia berharap kerja sama serupa dapat terus diperkuat dan dikembangkan di masa mendatang.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga lingkungan. Diperlukan kolaborasi dari seluruh pihak. Saya mengajak para pelaku usaha untuk terus memperkuat kepedulian dan kontribusinya terhadap lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan kawasan industri harus dapat berjalan berdampingan dengan lingkungan dan masyarakat. Pembangunan Kabupaten Bekasi, kata Iis, tidak hanya diarahkan untuk kemajuan ekonomi, tetapi juga menciptakan daerah yang hijau, sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menyampaikan bahwa dukungan dunia usaha menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program penghijauan, khususnya dalam pemulihan lahan pasca penertiban bangunan liar.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi hambatan untuk melakukan aksi nyata dalam perbaikan lingkungan. Kolaborasi dengan perusahaan, aktivis lingkungan, dan sekolah Adiwiyata menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui gerakan bersama.
Syafri juga menjelaskan, dukungan perusahaan dalam kegiatan tersebut mencakup penyediaan bibit pohon, pupuk, hingga dukungan pemeliharaan dan penyiraman. Dengan demikian, kegiatan rehabilitasi lahan dapat terus berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Salah satu perusahaan yang turut menerima penghargaan, PT Fajar Surya Wisesa, Tbk., melalui perwakilannya, Thomas Kosim, menyambut positif kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab dunia usaha, tidak hanya di lingkungan internal perusahaan tetapi juga di luar area operasional.
“Suatu kebahagiaan bagi kami bisa berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon ini. PT Fajar Surya Wisesa merupakan perusahaan yang berwawasan lingkungan. Sebelumnya kami juga telah melakukan beberapa kegiatan penanaman pohon bersama Pemkab Bekasi di lingkungan perusahaan, dan kali ini kami berkontribusi di luar area perusahaan,” ungkap Thomas.
Menurutnya, penanaman pohon di bantaran sungai pada lahan bekas bangli yang telah dipulihkan Pemkab Bekasi merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan terhadap lingkungan. Menurutnya, tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya berada pada pemerintah daerah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab dunia usaha sebagai bagian dari masyarakat.
“Tanggung jawab lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Kami sebagai pelaku usaha juga memiliki tanggung jawab dan harus berkontribusi untuk kelestarian lingkungan, khususnya untuk masa depan kita semua,” katanya.
Ia memastikan dukungan terhadap kegiatan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan kali ini saja. PT Fajar Surya Wisesa, Tbk. berkomitmen untuk terus mensupport kegiatan serupa sebagai bagian dari kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Bekasi.
Adapun lima perusahaan yang menerima piagam penghargaan atas kontribusinya di antaranya :
1. PT Trinitas Prima Sejahtera (KIMU)
2. PT Solusi Bangun Beton (Batching Plant Cibitung)
3. PT Fajar Surya Wisesa, Tbk.
4. PT Megalopolis Manunggal Industrial Development
5. PT Bekasi Fajar Industrial Estate
Reporter : Refki Maulana
Editor : Fuad Fauzi