MUARAGEMBONG - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Muaragembong memprioritaskan sejumlah usulan strategis yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan, pemeliharaan dan pembangunan tanggul permanen, normalisasi hingga lanjutan pengembangan sarana olahraga berupa stadion sepak bola.
Pada Musrenbang yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Muaragembong, Selasa (10/2/2026), tercatat ada sebanyak 60 usulan pembangunan dari 6 desa yang telah diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk Tahun Anggaran 2027.
Camat Muaragembong, Sukarmawan menyampaikan, prioritas utama yang diusulkan adalah pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan utama yakni akses dari Desa Jayasakti menuju kantor Kecamatan Muaragembong.
“Itu menjadi prioritas kita karena jalan tersebut merupakan akses utama aktivitas masyarakat. Selain itu, kami juga mengusulkan peningkatan jalan dari Pantai Mekar menuju Taman Wisata Mangrove yang berada di ujung wilayah Pantai Mekar,” ujar Sukarmawan.
Sukarmawan menambahkan selain infrastruktur jalan, semua desa mengusulkan pembangunan jalan lingkungan. Selain itu, terdapat usulan spesifik untuk penanganan banjir di antaranya usulan pemeliharaan turap tanggul Desa Pantai Bakti, pembangunan pintu air dari Desa Pantai Sederhana, serta normalisasi dari Desa Jayasakti dan Desa Pantai Mekar.
Tak hanya itu, pembangunan tanggul juga diharapkan dapat dilakukan di sepanjang Sungai Ciherang mulai dari wilayah Pantai Harapan Jaya hingga Desa Jayasakti guna meminimalisir risiko banjir yang selama ini kerap terjadi.
“Jika tanggul-tanggul ini terbangun dengan baik dan kokoh, Insya Allah persoalan banjir dapat diminimalisir” imbuhnya.
Lebih lanjut, dalam Musrenbang tersebut, pihak kecamatan juga mengusulkan lanjutan pembangunan sarana olahraga berupa stadion sepak bola sebagai penunjang atlet muda potensial berbakat di wilayah Kecamatan Muaragembong.
“Tribun sudah ada namun belum dilengkapi kursi penonton. MCK tersedia, tetapi instalasi air dan listrik belum terpasang. Inilah yang kami harapkan bisa dilengkapi agar stadion benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal,” terangnya.
Sukarmawan menegaskan untuk perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata juga menjadi aspirasi utama masyarakat. Jalan-jalan yang selama ini mengalami kerusakan parah terutama menuju kawasan wisata, diharapkan dapat dibangun agar dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat secara dua arah.
“Jika akses jalan ini baik, bus-bus pariwisata dapat melintas dengan lancar. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah bahkan mancanegara,” katanya.
Menurutnya, pengembangan infrastruktur penunjang wisata akan memberikan efek domino terhadap perekonomian masyarakat.
“Hal ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar seperti UMKM bisa diberdayakan dan kesejahteraan warga bisa meningkat melalui pengembangan wisata,” pungkasnya.
Disisi lain, pihaknya juga menekankan pentingnya pembangunan tanggul permanen oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pada aliran Sungai Citarum termasuk hingga wilayah Desa Pantai Bahagia.
“Kami berharap tanggul yang dibangun benar-benar permanen dan kokoh. Dengan begitu, warga tidak lagi merasa was-was terutama saat pada malam hari ketika debit air Sungai Citarum meningkat,” jelasnya.
Reporter : Refki Maulana
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 8
Pengunjung Bulan ini : 514936
Total Pengunjung : 4104304