Jumat, 03 Februari 2023

Masterplan Smart City Kabupaten Bekasi Ditargetkan Rampung pada September

PEMERINTAHAN   Sep 13, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 658 Kali


id5652_Compress_20220913_120914_4070.jpg
RAPAT SMART CITY : Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan memimpin rapat bersama Asda III Jaoharul Alam dan jajaran Dinas Kominfosantik Kabupaten Bekasi di ruang rapat Kantor Bupati Bekasi, pada Selasa (13/09). FOTO : WULAN MAULIDDA/NEWSROOM DISKOMINFOSANTIK.

CIKARANG PUSAT – Program pengembangan smart city di Kabupaten Bekasi akan segera teralisasi. Ditargetkan, smart city akan terealisasi setelah adanya MoU antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan Kementerian Kominfo pada September tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Asda III Pemkab Bekasi, Jaoharul Alam setelah mengikuti rapat bersama Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan dan Plt Kepala Dinas Kominfosantik, Ade Komarudin serta jajaran di ruang rapat Kantor Bupati Bekasi, pada Selasa (13/09).

Saat ini, Bimbingan Teknis (Bimtek) ketiga smart city telah digelar dan akan dilanjutkan pada Bimtek keempat.

“Dan akan dilakukan penandatanganan komitmen antara Pemda dengan Kementerian Kominfo. Dari rangkaian penyusunan masterplan smart city yang kita susun dan selesai pada September ini diharapkan kita mempunyai pedoman masterplan yang telah disusun oleh tim ahli dari Kominfo dengan menggunakan data data yang ada di Pemkab Bekasi,” jelas Jaoharul Alam.

Sehingga, lanjut Jaoharul, Pemkab Bekasi akan berkomitmen dari masterplan itu akan dilaksanakan. Jika masterplan tersebut telah diselesaikan pada Bimtek keempat, semua perangkat daerah di Kabupaten Bekasi akan berkomitmen untuk melaksanakan program smart city.

Jaoharul menjelaskan, masterplan smart city akan disusun bersama antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan pendamping dari Kementerian Kominfo.

“Jadi dari Bimtek pertama itu dicari permasalahan yang ada di Kabupaten Bekasi apa? Kemudian keunggulannya apa, nah dari situ disimpulkan bahwa ini lho masterplan Kabupaten Bekasi yang akan dilaksankan jangka pendek dan jangka panjang,” katanya.

Jangka pendeknya yaitu minimal lima tahun kedepan sementara jangka panjangnya yaitu sampai sepuluh tahun kedepan.

“Jadi apa yang harus dilaksanakan akan kita laksanakan di smart city ini,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta menyediakan sarana dan prasarana dalam mendukung program smart city. Misalnya saja seperti persiapan infrastruktur pada tiap dinas yang ada, seperti telomunikasi serta digitalisasi.

“Ya sebenarnya itu sudah kita garap, tapi dengan adanya smart city ini akan lebih terarah,” tandasnya.

Reporter : Fuad Fauzi
Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Launching Program Gematapas, Kantor Pertanahan Ajak Masyarakat Patok Batas Tanah
PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tinjau TPA Burangkeng, Dani Ramdan Buka Dialog dengan Warga
PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kolaborasi dengan Dinsos, Disperkimtan Bantu Rutilahu Warga Miskin Ekstrem
PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Jalin Sinergi dengan Komunitas Medsos, Diskominfosantik Gelar Ngobak
PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
107 Kilometer Jalan Akan Dibangun Pemkab Bekasi di Tahun 2023
PEMERINTAHAN   Feb 2, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik