Sabtu, 24 Februari 2024

Kolaborasi dengan Dinsos, Disperkimtan Bantu Rutilahu Warga Miskin Ekstrem

PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 829 Kali


id6593_Compress_20230203_073226_6485.jpg
SURVEI PENERIMA BANTUAN: Kepala Dinas Sosial Endin Samsudin didampingi Sekdin Disperkimtan meninjau warga penerima bantuan di ujar Nur Chaidir, di sela survei penerima bantuan Rutilahu 2023 di Rt 04/ 01, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu pada Kamis (2/2/2023). FOTO : WULAN MY/NEWSROOM DISKOMINFOSANTIK.

SETU – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dalam mewujudkan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi. Salah satunya melalui peningkatan kualitas rumah yang tidak layak huni.

Sekretaris Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir menyampaikan, pada peningkatan kualitas rumah atau program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) tahun 2023 difokuskan kepada warga yang masuk pada data miskin ekstrem.

“Ya, tahun ini ada 2500 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kecamatan dan desa. Kita mencoba berkolaborasi dengan Dinas Sosial, mengacu kepada data kemiskinan ekstrem. Mudah-mudahan, di tahun 2023 ini program Rutilahu ini bisa menyusur atau fokus terhadap penerima manfaat warga yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujar Nur Chaidir, di sela survei penerima bantuan, di Rt 04/ 01, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, pada Kamis (2/2/2023).

Nur Chaidir menjelaskan, pencocokan data dilakukan secara langsung. Selanjutnya diverifikasi bersama tim Dinas Sosial dan Pemerintah Desa setempat. Agar warga yang masuk pada kategori miskin ekstrem memiliki rumah layak huni.   

“Kita turun ke lapangan ini untuk memastikan. Memverifikasi data yang ada di kita, dicocokkan dengan di lapangan seperti apa, agar lebih terarah dan tidak salah sasaran,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Burangkeng, Nemin menjelaskan, dengan peninjauan langsung oleh dinas terkait sangat menentukan dalam pengentasan kemiskinan yang saat ini menjadi program prioritas.  

“Peninjauan ini untuk memastikan betul tidaknya apa yang diusulkan maupun apa yang tercatat di SK (Surat Keputusan) Bupati. Ada beberapa rumah yang diusulkan yang muncul di data kemiskinan ekstrem di Desa Burangkeng. Mungkin ada juga yang harus ditindaklanjuti. Nanti kita cocokkan keakuratan di lapangan, dengan data yang ada di dinas,” jelasnya.  

Nemin memastikan, bahwa data dari Dinas Sosial masih menjadi acuan. Meski begitu, Nemin akan melakukan pengecekan secara merata guna memaksimalkan program dari pemerintah daerah tersebut.

“Apabila tidak ada kecocokan data, ternyata di lapangan rumah itu tidak harus dibantu atau belum saatnya dibantu, kita akan pindahkan ke yang layak untuk dibantu,” imbuhnya.

Bila ditemukan rumah penerima bantuan tidak cocok dengan data. Maka, pihaknya akan membawa ke musyawarah desa, untuk selanjutnya diusulkan untuk perubahan nama penerima manfaat.

“Saya berharap, program ini tepat sasaran. Semoga di desa kami Burangkeng di tahun mendatang tidak ada lagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujarnya. 

Reporter : Dani Moses/Nurachman Akbar

Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Botram Perdana Tahun 2024 Disambut Antusias Warga Cibarusah
PEMERINTAHAN   Feb 24, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Atasi Kenaikan Harga Beras, Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pasar Beras dan Distribusi SPHP
PEMERINTAHAN   Feb 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tingkatkan Layanan Informasi Masyarakat, Diskominfosantik Gelar Sarasehan KIM
PEMERINTAHAN   Feb 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Susun Strategi Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat ke-38
PEMERINTAHAN   Feb 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Diskominfosantik Ajak Perangkat Daerah Optimalkan Aduan Masyarakat di SP4N LAPOR!
PEMERINTAHAN   Feb 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik