Kamis, 06 Oktober 2022

KH. Irfan Mas'ud, Cucu Pahlawan Nasional KH. Noer Ali : Perjuangan Beliau Harus Diteruskan

PENDIDIKAN   Aug 16, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 260 Kali


id5486_Compress_20220816_192435_5421.jpg
KH. Irfan Mas’ud, Lc, MA (kanan). FOTO : IKE SOPIAH/NEWSROOM DISKOMINFOSANTIK

BABELAN – Masyarakat Kabupaten Bekasi tentu banyak mengenal sosok KH. Noer Ali, ulama legendaris yang dijuluki Singa Karawang-Bekasi yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sejak tahun 2006 lalu.

Cucu kedua dari KH Noer Ali, yang juga Pimpinan Umum Yayasan Attaqwa, KH. Irfan Mas’ud, Lc, MA, mengatakan, bahwa KH Noer Ali adalah sosok pejuang yang selalu memikirkan masyarakat dimanapun berada.

“Menurut Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution, beliau (KH. Noer Ali) adalah sosok pejuang di semua bidang, dimanapun beliau berada selalu berjuang untuk memikirkan masyarakat, di saat Indonesia dijajah oleh Belanda juga setelah Indonesia merdeka,” kata KH Irfan Mas'ud, saat ditemui usai acara Tabur Bunga di Makam KH Noer Ali, di Komplek Ponpes Attaqwa Putri, Kecamatan Babelan, Selasa (16/08/22).

Irfan Mas’ud mengungkapkan, bahwa setelah Indonesia merdeka, KH Noer Ali tetap aktif berjuang di tengah masyarakat "Salah satunya dalam meningkatkan sumber daya manusia melalui lembaga pendidikan," ungkapnya.

Ia menuturkan, ketika KH Noer Ali pulang dari Mekah pada tahun 1940, langsung mendirikan Pondok Pesantren Attaqwa yang berada di Kampung Ujung Harapan Babelan Bekasi.

“Beliau langsung mendirikan Ponpes Attaqwa berbasis tradisonal, dengan santri yang terbatas berjumlah 45 sampai 49 serta jamaah beliau sudah cukup banyak di berbagai kampung, yang dididik dan dikerahkan menjadi tentara untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” terangnya.

Irfan Mas’ud menyampaikan, KH Noer Ali juga salah satu Komandan Markas Pusat Hisbullah-Sabilillah (MPHS) Jakarta Raya pada tahun 1947 -1949 di wilayah Karawang-Bekasi.

“Beliau juga mengomandoi sebanyak 800 orang untuk melawan penjajah pada saat perang kemerdekaan itu terjadi,” katanya.

Irfan Mas’ud mengatakan, selesai peperangan melawan penjajah, KH Noer Ali menjadi koodinator (Pejabat Bupati) Kabupaten Jatinegara pada tahun 1950 – 1951.

“Ya, beliau juga menggerakan masyarakat Bekasi melalui Resolusi Bekasi, diantaranya tuntutan mengembalikan Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi, jadi Kabupaten Bekasi berdirinya pada tahun1950 yang kita peringati kemarin 15 Agustus itu atas usulan beliau bersama masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya berharap perjuangan dari KH Noer Ali harus diteruskan, terutama dalam pengembangan SDM serta ilmu pengetahuan. Karena tidak mungkin membangun dan mengisi kemerdekaan tanpa ilmu pengetahuan.

"Jadi bagi kami, perjuangan beliau itu harus diteruskan. Alhamdulillah saat ini sudah berdiri 171 lembaga pendidikan di bawah bendera Attaqwa," pungkasnya.

Reporter : Andre M Ja'far

Editor      : Yus Ismail

 

Berita Lainnya

Terima Audiensi Dewan Pendidikan, Ini Pesan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan
PENDIDIKAN   Oct 6, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
PGRI Minta Peran Guru dan Orang Tua Awasi Anak Bermain Game Online
PENDIDIKAN   Oct 4, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kantin Kejujuran SMPN 2 Tambun Selatan, Didik Siswa Jujur dan Tak Bisa Berbohong
PENDIDIKAN   Oct 3, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pembina Pramuka dari 5 Kabupaten Kota di Jabar Gelar Karang Pamitran di Buper Karang Kitri
PENDIDIKAN   Oct 1, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dani Ramdan Ajak Para Pelajar di Kabupaten Bekasi Pahami Literasi Keuangan
PENDIDIKAN   Sep 30, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik