Selasa, 27 September 2022

Imbau RAT, Dekopinda Dukung Timsus Koperasi

EKONOMI   Sep 23, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 56 Kali


id5752_WhatsApp Image 2022-09-23 at 15.39.28.jpeg
DEKOPINDA KABUPATEN BEKASI, TOTO ISKANDAR

CIKARANG PUSAT – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi mendukung langkah Dinas Koperasi dan UMKM membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan koperasi yang ada di Kabupaten Bekasi. Pendataan tersebut sangat penting untuk mengetahui berapa jumlah koperasi yang masih aktif, berkembang atau maju.

“Ya pendataan koperasi itu sudah dianjurkan, mana koperasi yang telah menjalankan Rapat Anggaran Tahunan (RAT) atau belum. Sebab itu penting agar keluar juga NIB-nya,” ujar Ketua Dekopinda Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar pada Jumat (23/09/2022).

Toto mengakui ada beberapa koperasi yang tidak melakukan RAT, padahal Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan kewajiban setiap koperasi, karena merupakan wujud dari pertanggung jawaban pengurus dan pengawas kepada anggota atas kinerjanya.

Pelaksanaan RAT oleh koperasi diharapkan bisa dilaksanakan diawal waktu, yaitu antara bulan januari sampai dengan maret. Selain itu juga RAT menjadi bukti jika koperasi masih aktif dan berkembang.

Dari data Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi jumlah ada sekitar 1.100 koperasi yang tercatat. Namun dari jumlah itu, hanya 525 yang masih aktif dan dari 525 koperasi yang masih aktif, hanya sekitar 200 yang sehat.

“Ya kami terus melakukan imbauan koperasi untuk melaksanakan RAT,” katanya.

Sebelumnya, Dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi telah membentuk tim khusus untuk mendata dan mengetahui kondisi koperasi yang sehat dan berkembang.

"Karena pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan kualitas ketimbang kuantitas koperasi," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupate Bekasi, Iyan Priatna pada Rabu (21/09).

Iyan mengatakan, pihaknya akan fokus pada kualitas dan bukan kuantitas semata. "Sekarang ini kita fokusnya ke kualitas, jadi tidak mengejar kuantitas, arah kebijakan pemerintah seperti itu. Jadi dari pada koperasi banyak tapi tidak berkualitas. Kita sudah membentuk satgas untuk menyisir itu, jadi kita checking aktivitas dan pengurusnya," katanya. (*)

REPORTER: FUAD FAUZI

EDITOR: TATA JAELANI

Berita Lainnya

Anggota Komisi XI DPR RI Dorong Bank BJB Permudah Pelaku UMKM Akses Permodalan dari Perbankan
EKONOMI   Sep 24, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Imbau RAT, Dekopinda Dukung Timsus Koperasi
EKONOMI   Sep 23, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Produk UMKM Cikarang Selatan Tembus Pasar Luar Negeri
EKONOMI   Sep 16, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Camat Karangbahagia : Pelaku UMKM Berkontribusi Besar dalam Menyerap Tenaga Kerja
EKONOMI   Sep 14, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dinas Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan Olahan Makanan Beku
EKONOMI   Aug 31, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik