Sabtu, 02 Juli 2022

Cegah Longsor Meluas, Jembatan Cipamingkis Hanya Dilewati Satu Jalur

PEMERINTAHAN   May 31, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 3.464 Kali


id4877_Compress_20220531_175526_6664.jpg
JEMBATAN CIPAMINGKIS - Kondisi Jembatan Cipamingkis Kecamatan Cibarusah yang hanya dibuka satu jalur, untuk mencegah terjadinya longsor yang lebih luas.

"Ya, tujuh bulan lalu Pemkab Bekasi melalui Dinas Bina Marga sudah berkirim surat ke Kementerian PUPR dan BBWS Citarum, kita masih menunggu tindak lanjutnya hingga saat ini," kata Camat Cibarusah, Muhamad Kurnaepi. 

 

CIBARUSAH – Kondisi Jembatan Cipamingkis yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Cibarusah, dan sebagai jalur alternatif menuju Kabupaten Bogor dan Karawang, saat ini hanya dapat dilewati satu jalur saja dan tidak dapat dilalui kendaraan besar. Satu ruas jalan terpaksa ditutup, karena di ujung jembatan menuju ke arah Desa Sirnajati didapati bahu jalan yang mulai longsor.

Camat Cibarusah, Muhamad Kurnaepi mengatakan, saat ini ruas jalan dari arah Jalan Raya Cibarusah menuju ke arah 3 desa yakni Desa Sirnajati, Desa Ridogalih dan Desa Ridomanah tidak dapat dilalui dengan efektif, terutama kendaraan besar, karena pada sisi jalannya dilakukan penutupan akibat longsor.

“Memang kondisinya hingga saat ini dilakukan penutupan pada salah satu ruas jalan, atas dasar pertimbangan yang dilakukan Muspika Kecamatan Cibarusah. Terakhir kita lakukan peninjauan untuk melihat kondisi terkini sisi sebelah timur menuju Desa Sirnajati yang mengalami longsor. Dikhawatirkan semakin parah dan membahayakan bagi masyarakat,” ucap Kurnaepi, saat meninjau kondisi Jembatan Sungai Cipamingkis, Selasa (31/05/22).

Kurnaepi juga menjelaskan, sejauh ini sejak ditutupnya salah satu ruas jalan tersebut, kendaraan besar yang ingin melewati akses jalan tersebut, terpaksa harus memutar melewati Kabupaten Bogor. 

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah berkirim surat ke Kementerian PUPR dan BBWS Citarum terkait kondisi tersebut, namun belum ada tindak lanjutnya hingga saat ini.

“Ya, tujuh bulan lalu Pemkab Bekasi melalui Dinas Bina Marga sudah berkirim surat ke Kementerian PUPR dan BBWS Citarum, kita masih menunggu tindak lanjutnya hingga saat ini, karena jalan ini tidak beroperasi secara efektif dan banyak kekhawatiran kita terhadap keselamatan masyarakat,” katanya.

Dirinya berharap agar kondisi tersebut dapat segera direspon oleh pihak terkait sebelum kondisinya kian parah. Terlebih saat ini curah hujan masih terjadi, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor yang lebih luas, seperti yang beberapa waktu lalu. 

“Iya kalau hujan dan arus sungai deras bisa jadi bertambah parah, makanya masyarakat berinisiatif untuk menutup jalan yang longsor itu. Kendaraan harus bergantian untuk melewatinya yang dijaga oleh masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Kurnaepi menambahkan, berdasarkan hasil realisasi Musrenbang tahun ini, nantinya infrastruktur jalan menuju Desa Sirnajati akan dilakukan perbaikan. Namun dengan kondisi tersebut dikhawatirkan kendaraan besar yang akan digunakan untuk melakukan perbaikan jalan, tidak dapat melalui Jembatan Cipamingkis tersebut.

"Iya kalau tidak segera diperbaiki takutnya nanti ketika realisasi perbaikan infrastruktur jalan jadi terhambat akibat longsor tersebut," tambahnya.

Reporter : Nur Rachman Akbar

Editor      : Yus Ismail

 

Berita Lainnya

Pancoranmas Masuk Final Top 99 Kompetisi Inovasi Kemenpan-RB
PEMERINTAHAN   Jun 30, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital
PEMERINTAHAN   Jun 30, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
58 Qori-Qoriah Ikuti MTQ Tingkat Kecamatan Sukatani
PEMERINTAHAN   Jun 30, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
40 Perusahaan Siap MoU dengan Pemkab Bekasi untuk Serap Tenaga Kerja Lokal
PEMERINTAHAN   Jun 30, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik