SUBANG - Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat dari pemerintah pusat yang dinilai akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat pesisir, baik dari sisi peningkatan produksi maupun penyerapan tenaga kerja.
Hal itu disampaikan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat menghadiri Rakor Percepatan Program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada Jumat (20/2/2026).
Asep Surya Atmaja menyampaikan, Kabupaten Bekasi memiliki potensi tambak yang cukup besar, khususnya di wilayah Kecamatan Muaragembong. Namun, luas lahan tambak yang aktif saat ini mengalami penyusutan dibandingkan kondisi sebelumnya.
Menurutnya, secara historis Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 7.000 hektar lahan tambak, namun saat ini yang masih aktif kurang lebih 4.000 hektar. Dari luasan tersebut, sekitar 4.000 hektar inilah yang direncanakan masuk dalam program revitalisasi.
“Insya Allah dengan adanya dukungan revitalisasi tambak dari Pemerintah Pusat, produktivitas akan meningkat dan peluang kerja juga akan bertambah. Harapannya tentu angka kemiskinan bisa berkurang dan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Muaragembong, semakin meningkat,” katanya.
Asep menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan kawasan pesisir secara terpadu. Selain revitalisasi tambak, rencana pembangunan rumah pesisir oleh pemerintah provinsi diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan secara menyeluruh.
Ia berharap program revitalisasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan budidaya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
“Jika kawasan tambaknya tertata dengan baik dan didukung hunian yang layak, maka pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir akan semakin kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Ida Mayani, menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut secara khusus dibahas revitalisasi tambak yang berlokasi di Kecamatan Muaragembong sebagai tahap awal pelaksanaan program di Kabupaten Bekasi.
Ia menyampaikan bahwa selama ini sebagian besar tambak yang dikelola nelayan masih bersifat konvensional dengan sistem tradisional dan penataan lahan yang belum optimal. Melalui program revitalisasi, kawasan tambak akan ditata ulang dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi.
Pada tahap pertama, program revitalisasi difokuskan di Kecamatan Muaragembong, sebelum nantinya dikembangkan ke wilayah lain sesuai dengan kesiapan lahan dan perencanaan teknis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Tambak para nelayan selama ini masih menggunakan sistem konvensional. Ke depan akan dilakukan penataan ulang dengan sistem yang lebih modern agar produktivitas meningkat dan perekonomian masyarakat, khususnya nelayan di Muaragembong, dapat berkembang lebih baik,” jelasnya.
Sumber : Prokopim Pemkab Bekasi.
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 10
Pengunjung Bulan ini : 515033
Total Pengunjung : 4104401