CIKARANG UTARA – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai merelokasi pedagang pasar tumpah dari Jl. Kapten Sumantri dan Jl. RE Martadinata ke Pasar Baru depan Ramayana lama Cikarang, pada Jumat (13/2/2026).
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja yang turun langsung ke lokasi memastikan relokasi 500 lapak pedagang tersebut berjalan tertib dengan melibatkan lintas unsur mulai dari TNI, Polri, aparatur desa, kecamatan, hingga tokoh masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita meninjau langsung lokasi pemindahan pedagang. Relokasi dilakukan dengan mengembalikan fungsi jalan raya sebagaimana mestinya dan mengarahkan aktivitas jual beli kembali ke dalam pasar,” ujar Asep.
Menurutnya, relokasi ini menjadi langkah penting untuk mengurai kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib dan nyaman. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti area parkir, pengelolaan sampah, serta perbaikan saluran air guna mengantisipasi genangan.
“Drainase di bagian depan pasar akan kita rapikan dan dicor ulang agar tidak tergenang. Semua kita benahi sambil berjalan, yang terpenting hari ini pedagang sudah berpindah dulu,” katanya.
Asep menegaskan, setelah relokasi berjalan dan penataan selesai, aktivitas pasar diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia menilai, perdagangan yang berlangsung di dalam pasar jauh lebih tertib dibandingkan aktivitas jual beli di badan jalan.
“Kalau mau berdagang, tempatnya ya di pasar. Sama seperti sekolah, tempatnya di sekolah, bukan di jalan. Ini soal fungsi dan ketertiban,” tegasnya.
Terkait pengawasan, Asep memastikan pemerintah tidak akan lengah. Ia menjamin tidak ada praktik pungutan liar di area pasar yang baru direlokasi.
“Ini akan kita awasi terus. Insya Allah bebas dari pungli karena aktivitas sudah berada di dalam pasar,” ujarnya.
Selain itu, Asep juga menyampaikan bahwa kondisi bangunan Pasar Ramayana lama akan dievaluasi secara teknis bersama dinas terkait. Mengingat pasar tersebut telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali, pemerintah akan menilai kelayakan konstruksi bangunan sebelum difungsikan kembali.
“Kalau konstruksinya masih kuat dan aman, akan kita perbaiki. Tapi kalau sudah tidak layak, bisa saja kita bongkar demi keselamatan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap relokasi pasar tumpah Cikarang ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman, sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi pedagang pasar tradisional di wilayah Cikarang Utara.
Reporter : Ike Sopiah
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 8
Pengunjung Bulan ini : 514974
Total Pengunjung : 4104342