Jumat, 03 April 2026

Tekan Stunting, Puskesmas Muaragembong Luncurkan Inovasi Denting Mugeri

PEMERINTAHAN   Mar 27, 2024  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 1.657 Kali


id9368_WhatsApp Image 2024-03-27 at 19.03.41.jpeg
CEGAH STUNTING : Puskesmas Muaragembong meluncurkan program Denting Mugeri (Deteksi Dini Stunting Muaragembong Berseri) yang berfokus pada percepatan penurunan stunting. foto Refky Maulana

MUARAGEMBONG - Puskesmas Muaragembong meluncurkan program Denting Mugeri (Deteksi Dini Stunting Muaragembong Berseri) yang berfokus pada percepatan penurunan stunting. Mengingat pencegahan stunting mesti dilakukan sejak dini agar melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Penanggung Jawab (PJ) Gizi atau Nutrisionis pada Puskesmas Muaragembong, Richardson Sijabat mengatakan, awal mula hadirnya program Denting Mugeri, berawal dari adanya kasus stunting di lapangan. Maka dari itu, Denting Mugeri hadir sebagai inovasi dalam mempercepat pengentasan penurunan stunting di Muaragembong sebagai wilayah ujung utara Kabupaten Bekasi.

"Awal mula program ini hadir, kita melihat kasus dan kejadian stunting di Muaragembong ini cukup banyak dan masyarakat belum sadar akan hal itu. Setelah kita berikan edukasi, akhirnya masyarakat mulai sadar dan menjadi lebih aktif datang ke Posyandu," ujarnya di kantornya pada Rabu, (27/03/2024).

Dalam penanganan stunting, ujar dia, Puskesmas Muaragembong bekerjasama dengan CSR salah satu perusahaan BUMN yakni Pertamina FP7 zona 7 Field Tambun, pihak Kecamatan Muaragembong, dan lainnya dalam mengatasi permasalahan kesehatan.

Seiring berjalannya waktu, jelas dia, inovasi ini tersusun menjadi sebuah induk yang menaungi beberapa program inovasi lainnya. Di antaranya inovasi Jubah Merah (Jumat Berkah Minum Tablet Tambah Darah), Jeklin (Ojek Ibu Bersalin), Skinkers (Skrining Kesehatan Calon Pengantin Kendalikan Resiko Stunting), dan Serba Luas (Sertifikat Bayi Lulus Asi Ekslusif).

"Jadi 4 kegiatan itu yang sekarang sedang kami kembangkan untuk mendukung penurunan stunting di wilayah Kecamatan Muaragembong," tuturnya.

Berdasarkan data bulan Agustus tahun 2023 terdapat 216 balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Muaragembong. Namun setelah diintervensi melalui berbagai kegiatan dan program inovasi Denting Mugeri alhasil terjadi penurunan.

"Berdasarkan data status gizi di bulan Februari 2024 saat ini terdeteksi ada 106 orang, artinya terjadi penurunan 50 persen. Tentu kita harus terus berkomitmen menurunkan angka stunting demi mencapai Indonesia Emas 2045. Karena anak-anak ini nanti yang akan menjadi penerus bangsa," terangnya.

Meskipun sejauh ini sudah berjalan cukup efektif, namun perlu adanya dukungan dari berbagai elemen lintas sektor. Sehingga zero stunting dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan.

"Kami berkomitmen angka stunting di tahun ini dibawah 14 persen sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kemenkes 2024," tandasnya.

Reporter : Refki Maulana

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Pemkab Bekasi Tegaskan Komitmen Transparan dan Akuntabel dalam Pengelolaan Keuangan
PEMERINTAHAN   Apr 2, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Terbanyak Kedua di Jawa Barat, Kabupaten Bekasi Berangkatkan 3.346 Jemaah Haji ke Tanah Suci
PEMERINTAHAN   Apr 2, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kapolres Metro Bekasi Apresiasi Peran Diskominfosantik dalam Mendukung Kelancaran Arus Mudik-Balik Lebaran
PEMERINTAHAN   Mar 31, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plt Bupati Bekasi Dorong Konektivitas Antarwilayah Lewat Pembangunan Jembatan Garuda
PEMERINTAHAN   Mar 30, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Antisipasi Dampak Global Energi, Perkuat PAD dan Jaga Stabilitas Ekonomi
PEMERINTAHAN   Mar 30, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik

TERPOPULER BULAN INI

STATISTIK
STATISTIK PENGUNJUNG

Pengunjung hari ini : 10
Pengunjung Bulan ini : 274251
Total Pengunjung : 4104816