Senin, 21 September 2026

Tambun Selatan Pastikan Pilkades Kondusif, Camat Minta Paslon Menahan Diri

UMUM   Sep 20, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 554 Kali


id13695_WhatsApp Image 2026-09-20 at 11.03.43.jpeg
KONDUSIF : Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (20/9/2026), berlangsung kondusif. Pemerintah kecamatan memastikan proses pemungutan suara di delapan desa berjalan dengan tertib dan mengimbau seluruh pihak menjaga suasana hingga penghitungan suara selesai. foto : Tata Jaelani

TAMBUN SELATAN – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (20/9/2026), berlangsung kondusif. Pemerintah kecamatan memastikan proses pemungutan suara di delapan desa berjalan dengan tertib dan mengimbau seluruh pihak menjaga suasana hingga penghitungan suara selesai.

Camat Tambun Selatan, Sopyan Hadi, mengatakan kondisi wilayahnya yang merupakan salah satu kawasan dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Bekasi menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pilkades kali ini.

“Alhamdulillah, Tambun Selatan kondusif. Mudah-mudahan kondusif sampai penghitungan terakhir,” kata Sopyan saat memantau pelaksanaan Pilkades di TPS 17, Klaseter Bima Asri, Perumahan Dukuh Bima, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, pada Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, Tambun Selatan memiliki delapan desa yang mengikuti Pilkades tahun ini. Sementara satu desa lainnya baru akan melaksanakan pemilihan pada dua tahun mendatang dan satu wilayah lainnya berstatus kelurahan.

“Kalau yang Pilkades sekarang ada delapan desa,” ujarnya.

Sopyan menjelaskan, pelaksanaan Pilkades tahun ini juga menerapkan sistem pemungutan suara digital di sejumlah lokasi sebagai bagian dari uji coba. Dalam skema tersebut, pemungutan suara dilakukan dengan pengelompokan TPS.

“Kalau sistem digital ini, satu desa satu kelompok, satu TPS satu,” jelasnya.

Ia menyebut keterbatasan perangkat menjadi salah satu faktor sehingga penerapan sistem digital belum dilakukan secara menyeluruh. Perangkat yang digunakan dalam sistem tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Peralatannya kita dari provinsi, jadi mungkin karena peralatannya belum mencukupi,” katanya.

Terkait proses penghitungan suara, Sopyan menilai pengelompokan pemilih dalam TPS dengan jumlah sekitar 500 orang dapat membantu mempercepat proses rekapitulasi di tingkat desa.

“Yang digital sudah pasti dia duluan. Yang biasa juga saya pikir cepat, karena cuma 500, tinggal nanti dihitung di desa masing-masing,” ujarnya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sistem pemungutan suara sebelumnya yang menggunakan konsep satu panggung dengan jumlah pemilih sangat besar. Menurutnya, sistem pengelompokan TPS membuat proses penghitungan lebih mudah dikelola.

“Kalau satu panggung itu ribet. Contohnya Desa Setia Mekar, pemilihnya bisa sekitar 41 ribu. Sekarang sudah lebih nyaman karena dikelompokkan per 500, tinggal dihitung di desa masing-masing,” tuturnya.

Sopyan juga meminta seluruh calon kepala desa dan pendukungnya menahan diri serta menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa. Ia berharap tidak terjadi gesekan setelah pemungutan suara selesai.

“Mudah-mudahan masing-masing paslon juga menahan diri. Siapa pun yang mendapatkan rezekinya, nanti kita lihat hasilnya,” pungkasnya.

Reporter : Tata Jaelani

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Tambun Selatan Pastikan Pilkades Kondusif, Camat Minta Paslon Menahan Diri
UMUM   Sep 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pilkades 2026, TPS 17 Desa Lambangsari Usung Nuansa Budaya Betawi
UMUM   Sep 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sistem Digital, Warga Antusias dan Guyub Nyoblos di TPS 17 Desa Lambangsari
UMUM   Sep 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Ramai Sejak Pagi, TPS Digital di Bojongmangu Jadi Warna Baru
UMUM   Sep 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik