Jumat, 03 Februari 2023

Satpol PP Tertibkan Bangli di Sepanjang Jalan Irigasi Cibarusah

PEMERINTAHAN   Sep 17, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 520 Kali


id5682_Compress_20220917_200751_1909.jpg
PEMBONGKARAN BANGLI : Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi melakukan penertiban terhadap bangunan dan lapak liar di sepanjang jalan wilayah Gandaria - Poponcol, Desa Cibarusah Kota yang berdiri di atas tanah irigasi, Sabtu (17/09/22).

CIBARUSAH - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi kembali melakukan penertiban terhadap bangunan dan lapak liar yang berdiri di atas irigasi sepanjang jalan wilayah Kampung Gandaria, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, pada Sabtu (17/09/22). 

Langkah tersebut sesuai dengan peraturan dan prosedur yang telah ditempuh berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Satpol PP terhadap pelanggaran Perda dan Perkada di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Langkah eksekusi terhadap bangunan dan lapak liar ini sudah kita tempuh mulai dari Surat Teguran 1 hingga 3, kemudian Surat Peringatan 1 hingga 3, dan Surat Himbauan. Jadi setiap kegiatan penertiban Satpol PP Kabupaten Bekasi berpegang teguh pada SOP yang berlaku," ucap Plt. Kasatpol PP Kabupaten Bekasi, Deni Mulyadi. 

Seluruh bangunan dan lapak liar yang berdiri di atas lahan irigasi milik Perum Jasa, Tirta (PJT) tersebut ditertibkan berdasarkan laporan dari masyarakat melalui pemerintah desa dan kecamatan, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui Satpol PP Kabupaten Bekasi.

"Bangunan dan lapak liar tersebut dianggap mengganggu normalisasi aliran sungai. Kemudian setelah dilakukannya penertiban diharapkan pihak PJT memasang pagar atau menanami tanaman di sepanjang tanah irigasi agar tidak terjadi lagi hal serupa kedepannya," kata Deni.

Plt. Kepala Bidang Trantibum pada Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita menjelaskan, semula terdapat sekitar 30 bangunan dan lapak liar yang berdiri di sepanjang tanah irigasi. Kemudian seiring berjalannya proses SOP yang dilakukan, jumlahnya terus berkurang hingga akhirnya dilakukan penertiban.

"Dari jumlah semula hari ini yang kita lakukan pembongkaran hanya tersisa sekitar 11 bangunan dan lapak liar. Artinya pemilik bangli sendiri sudah sadar pelanggaran yang dilakukan, maka dari itu dari 30 bangli sisanya melakukan pembongkaran secara mandiri," ujarnya. 

Ganda menyebutkan, proses pembongkaran bangunan dan lapak liar di atas tanah PJT tersebut berlangsung kondusif, sehingga proses pembongkaran bangli berjalan dengan lancar.

"Pembongkaran bangli ini kita lakukan secara manual dengan personel Satpol PP kabupaten, kecamatan dan desa. Jarak penertiban juga diperkirakan sepanjang 1,5 kilometer dari titik awal pembongkaran hingga titik terakhir bangli yang dibongkar," tambahnya.

Kurang lebih sebanyak 200 personel terlibat dalam penertiban bangunan dan lapak liar tersebut, yang didukung oleh unsur TNI dan Polri, kecamatan, desa dan pihak PJT. 

Reporter : Nur Rachman Akbar

Editor      : Yus Ismail

 

 

Berita Lainnya

Launching Program Gematapas, Kantor Pertanahan Ajak Masyarakat Patok Batas Tanah
PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tinjau TPA Burangkeng, Dani Ramdan Buka Dialog dengan Warga
PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kolaborasi dengan Dinsos, Disperkimtan Bantu Rutilahu Warga Miskin Ekstrem
PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Jalin Sinergi dengan Komunitas Medsos, Diskominfosantik Gelar Ngobak
PEMERINTAHAN   Feb 3, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
107 Kilometer Jalan Akan Dibangun Pemkab Bekasi di Tahun 2023
PEMERINTAHAN   Feb 2, 2023   Posted by: Newsroom Diskominfosantik