CIKARANG PUSAT — Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi memastikan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur tetap berjalan pada 2026 meskipun terjadi penyesuaian anggaran daerah akibat kondisi fiskal.
Kepala DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengatakan pada 2026 terjadi penyesuaian fiskal yang berdampak pada belanja infrastruktur, termasuk adanya pengurangan transfer dari pemerintah pusat.
“Untuk sektor jalan, anggaran tahun ini mengalami penyesuaian signifikan dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, kami melakukan rasionalisasi dan penajaman prioritas agar kegiatan tetap berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya, Rabu (25/02/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan fisik proyek disesuaikan dengan ketersediaan kas daerah. Pada triwulan pertama, kegiatan difokuskan pada tahapan administrasi dan persiapan teknis. Sementara itu, pekerjaan fisik akan dilaksanakan secara bertahap mulai triwulan kedua hingga keempat.
Dalam menyikapi kondisi tersebut, DSDABMBK melakukan evaluasi ulang terhadap titik-titik pekerjaan berdasarkan survei lapangan terkini, khususnya pada ruas jalan yang terdampak genangan dan banjir.
“Kami tidak mengubah substansi perencanaan, namun melakukan penyesuaian lokasi berdasarkan kondisi riil di lapangan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelas Henri.
Selain itu, dinas mempercepat proses pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme e-purchasing agar pekerjaan dapat segera dilaksanakan saat anggaran tersedia.
Adapun program infrastruktur tahun 2026 meliputi pembangunan jalan di delapan titik, pembangunan drainase jalan di 21 titik, pelebaran jalan menuju standar di 11 titik, pemeliharaan berkala jalan di tujuh titik, serta rekonstruksi jalan di 1.660 titik.
“Infrastruktur itu berbanding lurus dengan ketersediaan anggaran. Karena itu kami optimalkan yang ada, dengan memprioritaskan ruas yang perlu penanganan segera,” tambahnya.
DSDABMBK juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mengupayakan dukungan pendanaan tambahan guna mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur daerah.
Henri menegaskan, komitmen pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Kami tetap bekerja secara profesional, bertahap, dan terukur. Mohon dukungan serta kesabaran masyarakat dalam proses ini,” pungkasnya.
Reporter : Arif Tiarno
Editor : Fuad Fauzi
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 8
Pengunjung Bulan ini : 515093
Total Pengunjung : 4104461