Senin, 24 Agustus 2026

Pemkab Bekasi Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat, MPLS Dijadwalkan 31 Agustus

PENDIDIKAN   Aug 24, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 37 Kali


id13521_WhatsApp Image 2026-08-21 at 20.53.04.jpeg
SEKOLAH RAKYAT : Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Berbagai kesiapan, mulai dari sarana prasarana hingga peserta didik, terus dipastikan menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. foto : Tata Jaelani

CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Berbagai kesiapan, mulai dari sarana prasarana hingga peserta didik, terus dipastikan menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Nurlela mengatakan, proses penjemputan peserta didik Sekolah Rakyat direncanakan berlangsung pada 30 Agustus 2026. Selanjutnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan mulai 31 Agustus 2026.

“Rencana kita untuk penjemputan anak-anak tanggal 30 Agustus, kemudian pelaksanaan MPLS pada 31 Agustus,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (24/08/2026).

Dari sisi bangunan, kata dia, secara umum kondisi fasilitas Sekolah Rakyat sudah dalam kondisi baik. Namun, masih terdapat sejumlah bagian yang perlu disempurnakan, khususnya berkaitan dengan ketersediaan dan instalasi air di area asrama peserta didik.

“Bangunannya alhamdulillah sudah bagus. Hanya memang masih ada beberapa yang belum rapi, terutama air di tempat-tempat asrama anak-anak,” katanya.

Untuk memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan, Dinas Sosial akan kembali melakukan pengecekan pada Kamis mendatang. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh kebutuhan dasar peserta didik dapat dipastikan terpenuhi sebelum penjemputan dan MPLS dimulai.

“Kita cek kembali apakah semuanya sudah ready atau belum. Mau tidak mau, tanggal 30 dan 31 sudah harus mulai pelaksanaan, sehingga diharapkan sebelum tanggal tersebut semuanya sudah selesai,” jelasnya.

Dari sisi peserta didik, penerimaan siswa Sekolah Rakyat dilakukan melalui mekanisme penjangkauan, bukan melalui pendaftaran terbuka. Data calon peserta didik telah ditetapkan berdasarkan data dari Kementerian, kemudian proses penjangkauan dilakukan bersama pendamping pekerja sosial masyarakat, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Dinas Sosial.

Untuk Kabupaten Bekasi, kuota yang disiapkan mencapai sekitar 270 peserta didik, masing-masing 90 orang untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Namun, khusus jenjang SD, jumlah peserta yang telah ditetapkan masih mencapai 57 orang sehingga masih terdapat ruang untuk memenuhi kuota yang tersedia.

“Untuk SD yang sudah dipastikan mengikuti baru 57 orang. Jadi memang masih ada kuota. Daftar tunggu juga sudah ada dan akan kita cek kembali saat penjemputan tanggal 30 Agustus,” ungkapnya.

Sementara itu, kuota peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Dinas Sosial akan memastikan seluruh peserta yang telah ditetapkan dapat hadir dan mengikuti MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus.

Secara keseluruhan, jumlah peserta didik yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat mencapai sekitar 417 orang. Jumlah tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Bekasi, tetapi juga mencakup peserta didik dari wilayah Kota Bekasi yang mendapatkan kuota tersendiri.

“Dari Kota Bekasi juga ada kuota sebanyak 90 orang, masing-masing 30 untuk SD, 30 SMP dan 30 SMA. Mereka akan bersekolah bersama dan mengikuti MPLS pada 31 Agustus,” katanya.

Selain peserta didik baru, terdapat pula siswa yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan di sekolah lain dan akan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Peserta tersebut akan mengikuti proses perpindahan atau mutasi ke satuan pendidikan Sekolah Rakyat yang baru.

" Kita berharap pelaksanaan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal sejak hari pertama. Kehadiran program ini diharapkan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dari keluarga yang membutuhkan," terangnya.

Reporter : Tata Jaelani

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Pemkab Bekasi Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat, MPLS Dijadwalkan 31 Agustus
PENDIDIKAN   Aug 24, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Dorong Komite Sekolah Aktif Awasi Tata Kelola Pendidikan
PENDIDIKAN   Aug 24, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Berprestasi, Atta Siswa Asal Cikarang Diundang Gubernur Jabar Pada Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
PENDIDIKAN   Aug 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dimas KK Ramadhan, Pramuka Asal Tambun Selatan Terpilih Jadi Pembaca Pancasila di Jamnas 2026
PENDIDIKAN   Aug 17, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
SDN Wanasari 01 Raih Peringkat Tiga UKS/M Tingkat Kabupaten Bekasi 2026
PENDIDIKAN   Aug 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik