Minggu, 31 Mei 2026

Mengenal Pisau Raut Daimin, Senjata Pusaka Khas Bekasi

BUDAYA   Sep 7, 2023  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 8.891 Kali


id8159_Compress_20230907_200512_2378.jpg
Pelestari Piso Raut Tua, Nur Ali

CIBITUNG – Kabupaten Bekasi mempunyai senjata tradisional. Salah satunya Pisau Raut Daimin. Meski Pisau Raut pusaka itu belum banyak dikenal masyarakat, namun keberadaannya masih tersebar luas dan masih terawat di Kampung Rawa Banteng Wates, Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung.

Untuk kembali mengenalkan berbagai jenis Pisau Raut Bekasi, perlu peran aktif Pemerintah Kabupaten Bekasi agar pusaka asli daerah ini bisa dikenal masyarakat tingkat nasional maupun internasional.

“Di sini, Kabupaten Bekasi ada pusaka Pisau Raut Daimin. Pisau raut Bekasi ini ada dan dulu menjadi salah satu pusaka andalan pada masanya,” ujar Anggota Pelestari Piso Raut Tua Nusantara (PPRTN), Nur Ali, Kamis (7/9/2023).

Nur Ali mengatakan, senjata tradisional khas Jawa Barat identik dengan kujang. Sejumlah referensi kaitan pusaka itu sudah tercatat. Begitupun dengan sejarah golok yang kini menjadi lambang daerah Kabupaten Bekasi.

“Untuk pisau raut sendiri belum ada referensi yang jelas. Meskipun, untuk pisau raut Daimin Bekasi, masih mudah ditemukan di sini,” katanya.

Berdasarkan informasi yang saat ini masih berkembang di wilayah Bogor, Karawang dan Purwakarta, kata dia, Pisau Raut Daimin Bekasi memiliki khas tersendiri.

Tersebar sebelum zaman kerajaan, hingga berakhirnya masa penjajahan, Pisau Raut Daimin masih menjadi salah satu benda berharga yang diwariskan secara turun temurun.

“Pada masanya, pisau raut ini menjadi pusaka, dan senjatanya adalah golok. Ada macam macam pusaka raut, namun untuk khas Bekasi pisau raut Daimin memiliki pangkal yang berbeda dengan yang lainnya,” jelas Ali.

Pada Pisau Raut Daimin Bekasi pangkal pisau memiliki lilitan. Dimana, saat dilepas dari gagang pisau ada putaran yang melingkar. Selain itu, pisau raut Bekasi juga memiliki combong dan umumnya terbuat dari meteor atau batu malela.

“Untuk jenis- jenisnya, dari tiap zaman masih kita lestarikan. Dari mulai raut era kolonial sampai kerajaan. Termasuk raut Banten ada. Dan jenis yang berbeda- beda termasuk untuk Bekasi. Yang Jelas, di kampung kita juga ada pusaka,” jelas Ali.

Hingga kini, Ali bersama masyarakat setempat giat memberikan edukasi berkaitan dengan pisau raut Bekasi. Dirinya berharap, peninggalan asli daerah ini bisa terus dikenal dan menjadi salah satu sarana pembelajaran. 

“Usia tiap pusaka berbeda-beda. Dari usia tiap pisau raut sendiri memang sudah ada dari sejak lama di Bekasi,” tukasnya.

Reporter : Dani Moses

Editor      : Yus Ismail

 

Berita Lainnya

Diskominfosantik Bekasi Gaungkan Jumat Bersih, Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat dan Nyaman
BUDAYA   Apr 17, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Komitmen Jaga Budaya Lokal Lewat Lebaran Bekasi
BUDAYA   Apr 4, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Lomba Seni Islami, Bazar UMKM dan Gerai Layanan Publik Warnai Ramadan Festival 2026
BUDAYA   Mar 6, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Reifaldi Aldiansyah Hidayat, Dalang Muda Serang Baru, Merawat Wayang di Tengah Arus Zaman
BUDAYA   Jan 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sinergi Pemerintah dan Pelaku Seni, Upaya Lestarikan Budaya Kabupaten Bekasi
BUDAYA   Jan 24, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik