Sabtu, 22 Juni 2024

Kabupaten Bekasi Targetkan Zero Kusta di Tahun 2025

PEMERINTAHAN   Mar 7, 2023  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 1.099 Kali


id6799_Compress_20230307_150640_0622.jpg
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Dedy Supriyadi didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, melaunching program Kotaku(Kota Sahabat Kusta) di Gedung Swatantra Wibawamukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Selasa (07/03/2023). Foto : Bayu Aji S/Newsroom Diskominfosantik.

CIKARANG PUSAT - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi, melaunching program Kota Sahabat Kusta (Kotaku) di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, pada Selasa, (07/03/2023).

Acara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kusta Sedunia tahun 2023 itu dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, perwakilan Kemenkes RI, Dinkes Provinsi Jabar serta NLR Indonesia. 

Dedy Supriyadi mengemukakan, Pemkab Bekasi menggandeng NLR Indonesia sebagai organisasi nirlaba yang aktif dalam pemberantasan penyakit kusta, menargetkan Kabupaten Bekasi sebagai kota eliminasi kusta (zero kusta) di tahun 2025.

"Kami akan upayakan maksimal supaya target kita di tahun 2025 Kabupaten Bekasi bebas kusta bisa tercapai, dengan melibatkan seluruh stakeholder dan dukungan anggaran," katanya. 

Mengenai penderita kusta di Kabupaten Bekasi, Dedy menyebutkan, terdata sebanyak 218 orang yang tersebar di beberapa kecamatan. Karena itu, kata dia, para pasien ini akan dilakukan perawatan medis yang intensif.

Dedy juga mengimbau bagi masyarakat agar tidak mendiskriminasi para pasien kusta yang ada di lingkungannya, karena mereka berhak mendapat hak hidup dan hak bersosialisasi di masyarakat. 

"Mereka harus memiliki rasa percaya diri, baik yang sudah atau pun mantan penderita, supaya bisa diterima masyarakat, kita harus lebih mengedukasi kepada masyarakat, harus kita beri semangat. Pemerintah hadir untuk memastikan bagaimana mereka bisa diterima di masyarakat," jelasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah menjelaskan pihaknya telah menyusun roadmap dalam rangka mengupayakan zero kusta tahun 2025. Langkah yang dilakukan diantaranya, melakukan kerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat NLR Indonesia yang bergerak di bidang pemberantasan kusta.

"Kemudian daerah-daerah locusnya, hari ini camatnya dan kepala desanya, kita undang, supaya penderita atau mantan penderita itu bisa kembali di masyarakat, karena kusta itu di masyarakat masih ada stigma," ungkapnya. 

Alamsyah mengatakan, para penderita kusta ini akan dilakukan pengobatan intensif, minimal 6 bulan hingga satu tahun. 

"Bagaimana kita memberikan edukasi kepada mereka untuk berobat secara sabar, karena kebanyakan kegagalan pengobatan itu karena tidak sabar," sambungnya. 

Dia mencontohkan satu kasus di Muaragembong terdapat penderita kusta, secara cepat agar melapor ke tim kesehatan terdekat yang ada di wilayah tersebut.

"Hari ini kita undang juga seluruh organisasi profesi dan tenaga kesehatan, agar mereka sadar kembali dengan kusta," ujarnya.

Reporter : Fajar CQA

Editor      : Yus Ismail

 

Berita Lainnya

Percepat Pembangunan Wilayah Utara, Dani Ramdan Ajukan Sertifikasi Lahan Hutan Muaragembong
PEMERINTAHAN   Jun 19, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Buka Bimtek Keprotokolan, Plh Bupati Bekasi : Protokol Cermin dan Wibawa Pemerintah Daerah
PEMERINTAHAN   Jun 19, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plh Bupati Bekasi Dampingi Menaker Tinjau Pelaksanaan Tes IVA di PT Indofood CBP
PEMERINTAHAN   Jun 19, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plh Bupati Minta DPPKB dan Dinkes Kontrol Program Babe/Nyak Asuh Anak Stunting
PEMERINTAHAN   Jun 19, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tunaikan Ibadah Haji, Dani Ramdan Doakan Kabupaten Bekasi Saat Wukuf di Arafah
PEMERINTAHAN   Jun 18, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik