Rabu, 24 April 2024

Jelang Ramadan, Pemkab Bekasi Bakal Gelar GPM di Wilayah Rawan Pangan

PEMERINTAHAN   Mar 5, 2024  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 223 Kali


id9246_WhatsApp Image 2024-03-05 at 13.55.51.jpeg
PANGAN : Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menegaskan, menjelang Bulan Suci Ramadan, Pemkab Bekasi akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) disejumlah wilayah rawan pangan di Kabupaten Bekasi. foto Endar Raziq

CABANGBUNGIN - Menjelang Bulan Suci Ramadan, Pemkab Bekasi akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) disejumlah wilayah rawan pangan di Kabupaten Bekasi. Hal ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, usai melaunching Program Bekasi Permata dan Bekasi Bening di lokasi ke-9 Desa Sindangjaya, Kecamatan Cabangbungin pada Kamis (29/02/2024).

Dani Ramdan mengatakan, GPM ini bertujuan membantu warga yang kurang mampu dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga murah dan terjangkau. Mengingat beras dengan harga murah sangat dibutuhkan oleh warga ditengah kenaikan harga beras dan sembako menjelang bulan suci Ramadhan dan lebaran.

"Program Gerakan Pangan Murah ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan. Program ini akan dilaksanakan untuk sebagian kecamatan di desa-desa yang rawan pangan," ujarnya pada Selasa (05/03/2024).

Selain itu, pogram GPM juga merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilisasi harga bahan pokok serta pengendalian inflasi. Dengan adanya pelaksanaaan GPM ini diharapkan dapat menjadi manfaat dalam meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bekasi yang bekerjasama dengan Bulog Karawang telah melaksanakan Operasi Pasar Beras sejak 20 Februari 2024 yang tersebar di 23 kecamatan.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kepada 70 distributor beras se-Kabupaten Bekasi guna mendapat pasokan beras langsung dari Bulog sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah, sehingga harga beras ke masyarakat bisa lebih rendah.

"Dengan adanya kenaikan harga beras ini, kita juga laksanakan program operasi pasar beras di seluruh kecamatan. Per kecamatan mendapat 10 ton, apabila harga belum menurun kita akan lanjutkan lagi di gelombang yang kedua," tutur Dani.

Reporter : Refki Maulana

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Cegah DBD Kepala Puskesmas Sukadami Ajak Masyarakat Budayakan PHBS
PEMERINTAHAN   Apr 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sukseskan MTQ ke-38 Jawa Barat, Pemkab Bekasi Gerakkan Perangkat Daerah dan Unsur Masyarakat
PEMERINTAHAN   Apr 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dani Ramdan Minta Perumda Tirta Bhagasasi Tingkatkan Layanan Air Bersih untuk Masyarakat
PEMERINTAHAN   Apr 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Program Penari, Puskesmas Sukaindah Targetkan 100 Persen Imunisasi Balita
PEMERINTAHAN   Apr 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pawai Ta'aruf MTQ ke-38 Jawa Barat Bakal Digelar di Central Park Meikarta
PEMERINTAHAN   Apr 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik