CIKARANG PUSAT – Inovasi Sregep Bang dan Kapak Bekasi yang dikembangkan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, berhasil mengantarkan dirinya melaju ke tahap visitasi lapangan dalam ajang ASN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Inovasi tersebut mengintegrasikan sistem informasi pengentasan kemiskinan dengan kolaborasi pentahelix untuk meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus memperkuat sinergi dalam penanganan kemiskinan di Kabupaten Bekasi.
Tahap visitasi lapangan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin di halaman Kantor Bappeda Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (28/10/2026). Penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Visitasi Lapangan yang terdiri dari Prof. Dr. H. Agus Ahmad Safei, Prof. Ridwan Sutadi, dan Dr. Ferry Hadiyanto.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda, Fadly Marissatrio sekaligus Kandidat ASN Berprestasi Jabar mengatakan, visitasi merupakan tahapan ketiga dalam rangkaian seleksi ASN Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, peserta harus melalui seleksi proposal dan makalah inovasi serta tahap wawancara.
"Alhamdulillah, saya dan beberapa rekan sudah sampai ke tahap visitasi lapangan ASN Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat. Ini adalah tahap ketiga," ujar Fadly usai visitasi tim penilai.
Dalam tahap visitasi, para kandidat diminta menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam penerapan inovasi. Unsur tersebut meliputi pemerintah daerah, rekan sejawat, bawahan, dunia usaha, perguruan tinggi, media, hingga masyarakat.
Menurut Fadly, pendekatan tersebut sejalan dengan konsep pentahelix yang menjadi bagian penting dalam inovasi Sregep Bang dan Kapak Bekasi.
Sregep Bang merupakan sistem informasi pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan yang dirancang untuk membantu pemerintah memperoleh dan mengolah data masyarakat miskin secara lebih spesifik.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat melakukan penyaringan data berdasarkan sejumlah karakteristik, seperti kondisi rumah, kondisi sanitasi, usia, jenis kelamin, hingga karakteristik lainnya. Data tersebut kemudian dapat ditampilkan melalui dashboard untuk melihat sebaran masyarakat miskin sehingga membantu menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran.
"Jadi menggabungkan, mengkolaborasikan antara inovasi terkait pengelolaan data kemiskinan dengan kolaborasi aksi pentahelix," jelasnya.
Sementara itu, Kapak Bekasi mengedepankan kolaborasi berbagai unsur dalam penanganan kemiskinan. Menurut Fadly, pengentasan kemiskinan tidak hanya mengandalkan program dan anggaran pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, komunitas, dan media.
Dunia usaha dapat berkontribusi melalui program CSR, perguruan tinggi melalui KKN tematik dan riset, masyarakat serta komunitas melalui berbagai gerakan sosial, sedangkan media berperan dalam memberikan edukasi dan menyebarluaskan informasi terkait program pemberdayaan masyarakat.
"Penanganan kemiskinan tidak hanya mengandalkan program anggaran pemerintah saja, tetapi juga mengedepankan kolaborasi dari semua unsur pentahelix," katanya.
Fadly menuturkan, integrasi Sregep Bang dan Kapak Bekasi menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanganan kemiskinan yang lebih terpadu, mulai dari ketepatan data hingga kolaborasi dalam intervensi.
Ia menegaskan, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bekasi tidak semata-mata merupakan hasil dari satu inovasi, melainkan buah dari berbagai program dan rencana aksi perangkat daerah yang saling mendukung dan diperkuat dengan inovasi yang dikembangkan.
Selain Fadly, dua ASN Kabupaten Bekasi lainnya juga berhasil melaju ke tahap visitasi lapangan dalam ajang yang sama. Keduanya yakni Kepala UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Emalia Agustina, serta Kepala Puskesmas Sukadami, dr. Adi Pranaya.
Capaian tersebut menambah peluang Kabupaten Bekasi untuk meraih prestasi dalam ajang ASN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Setelah tahap visitasi lapangan, peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap keempat berupa adu gagasan. Pada tahapan tersebut, masing-masing kandidat akan mempresentasikan sekaligus mempertahankan gagasan inovasinya di hadapan tim penilai.
Fadly berharap inovasi yang dikembangkannya dapat terus melaju dan membawa nama baik Kabupaten Bekasi dalam ajang ASN Berprestasi tingkat Jawa Barat.
"Mudah-mudahan Bekasi bisa menjadi juara dalam setiap kategori. Kita ada tiga kandidat yang maju ke tahap tiga ini," harapnya.
Ia juga berharap ajang tersebut dapat menjadi pemacu motivasi bagi ASN Kabupaten Bekasi untuk terus melahirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Ini mungkin yang saya harapkan ke depannya adalah memacu motivasi ASN-ASN Kabupaten Bekasi, tidak hanya dari PNS dan pejabat struktural, tetapi juga memacu motivasi yang ada di kalangan staf," pungkasnya.
Reporter : Fajar CQA
Editor : Fuad Fauzi
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 21114
Pengunjung Bulan ini : 605615
Total Pengunjung : 4284148