Sabtu, 20 Juni 2026

Disnaker Dorong LPK Berikan Pelatihan dengan Kebutuhan Industri Terkini

PEMERINTAHAN   Nov 25, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 2.767 Kali


id6245_WhatsApp Image 2022-11-25 at 08.34.17-min.jpeg
TENAGAKERJA : Plt Kabid Pelatihan Kerja pada Disnaker Kabupaten Bekasi, Zulkarnain saat membuka penyelenggaraan pelatihan kerja LPK/BLK Komunitas Babussalam Al Islam Dua Angkatan tahun 2022 di Sukadami, Cikarang Selatan pada Kamis (24/11).

CIKARANG SELATAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi mendorong Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) agar menyesuaikan kurikulumnya dengan kebutuhan industry saat ini. Saat ini, dunia industri terus berkembang dengan teknologi terbarunya sehingga dibutuhkan tenaga kerja yang mampu menyesuaikan kebutuhan dunia industri.

“Kurikulum harus disesuaikan dengan dunia industri sekarang, sebab perusahaan sudah banyak menggunakan robot dan tenaga kerja kita harus menyesuaikan skilnya itu dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Plt Kabid Pelatihan Kerja pada Disnaker Kabupaten Bekasi, Zulkarnain saat membuka penyelenggaraan pelatihan kerja LPK/BLK Komunitas Babussalam Al Islam Dua Angkatan tahun 2022 di Sukadami, Cikarang Selatan pada Kamis (24/11).

Zulkarnain menilai, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Bekasi mampu menjawab tantangan yang ada pada dunia industri saat ini. Hanya saja, skil dan kemampuan mereka juga harus diasah dengan kurikulum LPK/BLK saat ini.

“SDM kita mampu, tetapi kita harus mencari lagi kurikulum yang ibaratnya sekarang dibutuhkan dunia industri. Seperti motor dan mobil sudah mulai listrik dan itu kuruikulum harus menyesuaikan juga,” katanya.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan yaitu LPK/BLK dapat membuka kerjasama dengan perusahaan yang memproduksi teknologi terkini. Misalnya saja, perusahaan otomotif Hyundai yang telah memproduki mobil listrik.

“Kurkulumnya itu kita bisa bekerjasama berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang ibaratnya pelatihannya sudah maju, seperti kendaraan listrik di Hyundai, jadi kita bisa belajar di sana. Setelah tenagakerja kita mampu bisa ditawarkan juga ke perusahaan itu,” harapnya.

 

Selain itu, lanjut Zulkarnain, LPK/BLK juga harus lebih banyak memberikan pelatihan kepada para peserta magang. Tak hanya otomotif, peserta magang juga harus diberikan kemampuan untuk menguasai beberapa keahlian seperti mampu mengoperasikan forklift, body repair dan lainnya.

“Kita kan gak tau perusahaan mana saja yang butuh, jadi jangan cukup satu, pelatihan para peserta magang harus banyak,” tambahnya.

Editor : Fuad Fauzi

 

 

 

Berita Lainnya

Menuju CSR Award 2026, Bappeda Kabupaten Bekasi Matangkan Penilaian Tata Kelola CSR
PEMERINTAHAN   Jun 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kabupaten Bekasi Raih Prestasi Terbaik I Tata Kelola CSR Tingkat Lanjutan se-Jawa Barat 2026
PEMERINTAHAN   Jun 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
1.500 Hektar Sawah Terancam Kekeringan, Pemkab Bekasi Siap Normalisasi Sungai dan Tertibkan Ratusan Bangli
PEMERINTAHAN   Jun 19, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Memulai Pelaksanaan Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026
PEMERINTAHAN   Jun 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kampus 17 Disdukcapil Kabupaten Bekasi Sasar 64.842 Pelajar untuk Perekaman e-KTP
PEMERINTAHAN   Jun 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik