Jumat, 30 Oktober 2026

Dari Kabupaten Bekasi, BPJS Kesehatan Luncurkan Gebyar Pap Smear JKN 2026

PEMERINTAHAN   Oct 29, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 82 Kali


id13967_Compress_20261029_223341_1435.jpg
PAP SMEAR JKN : Ketua TP-PKK Kabupaten Bekasi Nia Yuniawati Asep bersama Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Pusat, Abdi Kurniawan Purba, membuka Gebyar Pap Smear JKN Serentak 2026 di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Kamis, (29/10/2026). FOTO : Endar Bachtiar/Diskominfosantik.

CIKARANG SELATAN – Kabupaten Bekasi menjadi titik peluncuran program Gebyar Pap Smear JKN yang digelar BPJS Kesehatan secara nasional, Kamis (29/10/2026). Program ini bertujuan meningkatkan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim pada perempuan di Indonesia, sekaligus mendorong kesadaran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, sebanyak 16,6 juta peserta JKN teridentifikasi memiliki risiko kanker serviks berdasarkan hasil skrining riwayat kesehatan. Namun, dari jumlah tersebut, baru 2,27 persen peserta yang menindaklanjuti potensi risiko itu dengan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dan perluasan akses pelayanan deteksi dini.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, mengatakan Gebyar Pap Smear JKN merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit melalui deteksi dini.

“BPJS Kesehatan sangat konsen terhadap hal ini. Kita harus mulai melakukan perubahan kebijakan dari kuratif menuju promotif dan preventif, karena berapa pun anggaran yang disediakan negara tidak akan pernah cukup jika kita hanya berfokus pada pengobatan,” ujarnya.

Abdi menjelaskan, Kabupaten Bekasi dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki potensi tenaga kesehatan, khususnya bidan, yang memadai dan tersebar luas. Selain itu, jumlah penduduk perempuan dan angka kelahiran yang tinggi menjadi pertimbangan untuk memperkuat edukasi serta pelayanan kesehatan bagi perempuan.

“Kami ingin menggerakkan program ini di seluruh Indonesia. Karena itu, kami berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) agar upaya deteksi dini kanker serviks dapat menjangkau lebih banyak perempuan,” katanya.

Menurut Abdi, bidan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, bidan diharapkan aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks serta mendorong perempuan yang memiliki risiko untuk segera menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Saya berharap ibu-ibu bidan membantu negara dalam menjalankan upaya promotif dan preventif. Pemeriksaan pap smear perlu terus disosialisasikan agar perempuan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu tantangan dalam pemeriksaan kanker serviks adalah masih adanya rasa malu, takut, dan enggan di kalangan perempuan. Oleh karena itu, edukasi melalui tenaga kesehatan, kader PKK, dan berbagai unsur masyarakat perlu diperkuat agar perempuan lebih terbuka untuk memeriksakan kesehatannya.

“Rasa cemas, malu, dan enggan itu harus kita hilangkan melalui edukasi. Ketika perempuan mendapatkan pemahaman yang benar dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, diharapkan mereka tidak lagi ragu untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Abdi menegaskan, deteksi dini merupakan langkah penting untuk mengetahui potensi penyakit sebelum berkembang ke tahap yang lebih serius. Peserta yang teridentifikasi memiliki risiko melalui skrining riwayat kesehatan perlu menindaklanjuti hasil tersebut dengan pemeriksaan medis lebih lanjut sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

“Semakin cepat diketahui, semakin cepat diobati, dan semakin cepat pula ditangani. Persoalannya adalah ketika penyakit baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi jauh lebih sulit,” tegasnya.

Selain kanker serviks, BPJS Kesehatan juga mendorong penguatan upaya promotif dan preventif terhadap berbagai penyakit lain, termasuk kanker paru dan kanker payudara. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan pencegahan, deteksi dini, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit.

Abdi berharap pelaksanaan Gebyar Papsmear JKN dapat menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara BPJS Kesehatan, IBI, PKK, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kesehatan perempuan Indonesia.

“Mari kita bersama-sama menjadi corong pemerintah untuk menyampaikan pentingnya upaya promotif dan preventif. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Gebyar Papsmear JKN ini. Semoga ikhtiar dan kolaborasi kita membawa manfaat bagi kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Murti Utami Andyanto mengingatkan program ini tidak hanya sampai di deteksi awal tapi juga memersiapkan langkah lanjutannya bila ditemukan kanker serviks.

 “Maka bagaimana mendorong agar masyarakat melakukan pelayanan lanjutan setelahnya. Perlu dorongan seluruh pihak atas hal ini,” kata dia. 

Murti juga mengusulkan pemeriksaan tidak sebatas papsmear namun juga deteksi terhadap kanker payudara yang juga mematikan di Indonesia. 

“Kita ketahui angka kesakitan yang paling berat itu kanker. Dua penyakit terbesar itu payudara dan rahim, ini sangat baik kalau sudah melakukan deteksi. Jadi saya harap sekalian dengan skrining USG payudara karena pemerintah sudah memberikan USG ke seluruh puskesmas. Ini penting karena kalau ibu sakit pasti rumah tangganya tidak akan bahagia,” ucap dia. (*)

Reporter : Tata Jaelani

Editor      : Yus Ismail

 

Berita Lainnya

Dari Kabupaten Bekasi, BPJS Kesehatan Luncurkan Gebyar Pap Smear JKN 2026
PEMERINTAHAN   Oct 29, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Optimalkan Pengelolaan Anggaran yang Transparan dan Tepat Sasaran
PEMERINTAHAN   Oct 29, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Bupati Asep Surya Atmaja Tekankan Pentingnya Membangun Karakter Generasi Muda
PEMERINTAHAN   Oct 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Bupati Bekasi Buka Job Fair Virtual, 45 Perusahaan Tawarkan 1.313 Lowongan Kerja
PEMERINTAHAN   Oct 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tingkatkan Pengalaman Kerja, Disnaker Ajak Masyarakat Ikuti Maganghub Batch 3
PEMERINTAHAN   Oct 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik