Rabu, 16 September 2026

Cegah Gejolak Harga, Disdag Siapkan Alarm Digital Inflasi

EKONOMI   Sep 16, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 88 Kali


id13668_hygfdhdfh.jpg
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmy Yenti.

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat pengendalian inflasi melalui penyempurnaan sistem pemantauan harga berbasis digital. Sistem tersebut dikembangkan untuk membangun sistem peringatan dini inflasi yang mampu membaca perubahan harga sekaligus kondisi stok barang kebutuhan pokok di tingkat distributor.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmy Yenti, mengatakan sistem digital tersebut merupakan penyempurnaan dari sistem pemantauan harga yang telah diterapkan sejak 2018.

“Ini merupakan penyempurnaan sistem yang sudah berjalan sejak 2018. Sekarang kita kembangkan lebih lanjut agar pemantauan harga dan pengendalian inflasi bisa dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi,” ujar Helmy, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, sistem tersebut mengintegrasikan data pemantauan harga dari pasar dengan data stok yang dilaporkan distributor. Integrasi itu memungkinkan pemerintah mendeteksi lebih awal potensi kelangkaan barang yang dapat memicu kenaikan harga.

“Ketika ada penurunan stok, sistem bisa memberikan gambaran lebih awal mengenai kemungkinan kenaikan harga. Jadi pemerintah tidak hanya bergerak setelah harga naik, tetapi bisa melakukan antisipasi sebelumnya,” katanya.

Saat ini, pengujian integrasi sistem telah mencapai sekitar 85 persen. Dinas Perdagangan terus melakukan penyempurnaan berdasarkan masukan konsultan dengan target sistem dapat beroperasi penuh dalam dua bulan ke depan.

Helmy menegaskan, seluruh lembar kerja hasil pemantauan harian dari UPTD Wilayah 1 hingga 9 akan dimasukkan ke dalam aplikasi. Langkah tersebut penting untuk memastikan setiap data lapangan terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Petugas UPTD melakukan pemantauan setiap hari. Data itu kemudian masuk ke sistem untuk diverifikasi sebelum diterbitkan. Dengan begitu, data yang sampai kepada masyarakat benar-benar memiliki dasar dari hasil pemantauan lapangan,” jelasnya.

Sistem tersebut terdiri dari dua modul utama yang saling terintegrasi. Modul pertama merupakan pemantauan harga yang bersifat publik dan dapat diakses masyarakat melalui situs web, sementara modul kedua memuat laporan stok distributor yang bersifat internal dan rahasia.

“Data stok distributor merupakan rahasia perdagangan, sehingga tidak boleh dipublikasikan. Data tersebut tetap kita integrasikan untuk kebutuhan analisis internal, sedangkan informasi harga dapat diakses oleh masyarakat,” terang Helmy.

Melalui sistem ini, pemerintah juga menargetkan waktu respons terhadap persoalan harga dan ketersediaan barang dapat dipangkas secara signifikan. Jika sebelumnya proses dari terjadinya persoalan hingga penanganan dapat mencapai sekitar enam hari, kini ditargetkan cukup sekitar dua hari.

“Kecepatan ini penting karena pemerintah harus bisa melakukan intervensi pasar secepat mungkin ketika ada indikasi gangguan terhadap harga atau ketersediaan barang pokok,” katanya.

Bagi masyarakat, sistem tersebut diharapkan memberikan informasi harga yang lebih akurat dan terkini. Ketersediaan informasi resmi juga dapat membantu mengurangi penyebaran informasi yang tidak benar serta mencegah kepanikan ketika terjadi isu kenaikan harga atau kelangkaan barang.

Dinas Perdagangan juga tengah mengupayakan agar modul pemantauan harga dapat tersedia melalui Play Store, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses informasi harga dengan lebih mudah melalui perangkat seluler.

“Harapannya, masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi harga yang resmi dan terkini. Kita ingin sistem ini benar-benar memberikan manfaat dan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga,” pungkas Helmy.

Reporter : Tata Jaelani

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Cegah Gejolak Harga, Disdag Siapkan Alarm Digital Inflasi
EKONOMI   Sep 16, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dekranasda Kabupaten Bekasi Siapkan UMKM Unggulan di Setiap Kecamatan
EKONOMI   Sep 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tembus Pasar Eropa, PT Oishii Food Indonesia Ekspor 20 Ton Kecap ke Belanda
EKONOMI   Aug 24, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pasokan Berkurang, Harga Sejumlah Komoditas Pasar Induk Cibitung Naik Tipis
EKONOMI   Aug 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Beri Keringanan Warga Lunasi Tunggakan PBB Tanpa Denda
EKONOMI   Aug 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik