Sabtu, 21 Februari 2026

Cegah DBD Kepala Puskesmas Sukadami Ajak Masyarakat Budayakan PHBS

PEMERINTAHAN   Apr 23, 2024  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 1.093 Kali


id9486_id5616_Compress_20220905_203801_1946.jpg
Kepala Puskesmas Sukadami, dr Adi Pranaya

CIKARANG SELATAN - Mengantisipasi terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD) pada keluarga dan lingkungan sekitar, Kepala Puskesmas Sukadami, dr Adi Pranaya, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengetahui apa itu DBD, bagaimana tanda atau gejala yang muncul serta pencegahan seperti apa yang harus dilakukan. 

"Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah komplikasi dari demam dengue yakni demam yang disebabkan nyamuk Aedes Aegipti yang dimana setiap orang tergigit itu akan menjadi demam dan terinfeksi virus dengue," kata Adi Pranaya, ditemui pada Selasa (23/04/2024).

Adi Pranaya menyampaikan, gejala yang terjadi adalah sakit kepala, ulu hati yang sakit, mual, muntah, kadang mencret dan juga kondisi tubuh yang relatif sakit seperti break bond fever atau demam seperti patah tulang. Dan ketika kondisi tersebut tidak ditangani dengan baik, seperti berobat ataupun dirawat maka kondisinya akan makin turun. 

"Jadi sebenarnya untuk gejala pasti sama cuma dalam hal untuk menceritakan sakitnya itu berbeda tiap anak dan orang dewasa. Maka kita harus melihat tanda-tanda umum yaitu pertama gejala tadi 2-4 hari, kemudian tambah turun, tambah drop, terdapat bintik-bintik merah di siku namanya pteque (bercak perdarahan) itu timbul pada kejadian demam berdarah," lanjutnya. 

Apakah Demam Berdarah Dengue dapat menular dari manusia ke manusia, dr Adi Pranaya mengatakan, jawabannya tidak. Karena yang menularkan ini adalah nyamuk yang sudah mengandung virus aedes aegipti sehingga gigitan nyamuk yang dari penderita kemudian menggigit orang yang tidak menderita barulah tertular.

"Jadi kalo orang ke orang itu tidak ada, kenapa? ini namanya penyakit zoonis, penyakit yang ditularkan oleh binatang bukan penyakit manusia ke manusia," jelasnya. 

Adapun langkah pencegahan yang dapat dilakukan, dr Adi Pranaya menyebutkan, selain merekomendasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga, Jumantik, 3M plus, selanjutnya juga harus dengan fogging. Namun yang harus diingat fogging hanya membunuh nyamuk dewasa bukan jentik nyamuk.

"Tentu saja kami menganjurkan untuk bapak dan ibu atau anak-anak dirumah, pastikan menjadi juru pemantau jentik (Jumantik) mandiri dengan cara setiap genangan-genangan di rumah khususnya kamar mandi, tanaman-tanaman, selokan atau di tempat tandon air yang mungkin tidak digunakan setiap hari sehingga tidak mungkin terkuras maka tutupi kalau sudah ditutup dikubur dibersihkan, ini semua bersembunyi ditempat-tempat bersih, tempat gelap dan tempat gantungan baju yang tidak terpakai,cuci lipat atau gantung tidak lama-lama," terangnya.

Reporter : Arif Tiarno

Editor      : Yus Ismail

 

Berita Lainnya

Sertijab Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Plt Bupati Tekankan Keberlanjutan Sinergi Pemda dengan TNI
PEMERINTAHAN   Feb 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Angkat Ekonomi Warga Pesisir, 4.000 Hektare Tambak Muaragembong Siap Direvitalisasi
PEMERINTAHAN   Feb 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sambut Ramadan, Sekda Ajak ASN Perkuat Ibadah dan Pelayanan Publik
PEMERINTAHAN   Feb 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Pasca Relokasi Pasar Tumpah Depan SGC
PEMERINTAHAN   Feb 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Matangkan Persiapan ke Tanah Suci, 3.346 Calhaj Kabupaten Bekasi Ikuti Bimbingan Manasik Haji
PEMERINTAHAN   Feb 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik