Atasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Siapkan Embung di Ridogalih Cibarusah
PEMERINTAHAN
Sep 25, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 104 Kali
EMBUNG : Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Kementerian Pertanian serta BBWS Ciliwung Cisadane menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Pembangunan Embung di Kecamatan Cibarusah, turut dihadiri Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja bersama Dandim 05/09 Kabupaten Bekasi Letkol Arm. Vicky Harryanto Mamonto, Sekretaris Daerah Endin Samsudin serta Dinas terkait secara Virtual di Ruang Command Center Diskominfosantik Cikarang Pusat, Jum'at (25/09/2026). Foto: Jaja Jaelani/Diskominfosantik
CIKARANG PUSAT - Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan pembangunan embung seluas sekitar 1,2 hektare di wilayah Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Pembangunan embung tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan kekeringan sekaligus mengantisipasi genangan atau banjir di wilayah pertanian.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja seusai mengikuti rapat melalui virtual bersama Kementerian Pertanian di Command Center Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Jumat (25/9/2026).
Asep Surya Atmaja mengatakan, pembahasan pembangunan embung tersebut dilakukan bersama jajaran Kementerian Pertanian, TNI, serta perangkat daerah terkait untuk memastikan rencana pembangunan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Hari ini saya rapat dengan Kementerian Pertanian, Pak Dandim, serta dinas teknis terkait berihal pembangunan embung di wilayah Cibarusah,” ujar Asep Surya Atmaja.
Menurutnya, embung tersebut akan dibangun di atas lahan masyarakat dengan luas sekitar 1,2 hektare. Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan lahan pertanian serta kondisi wilayah.
“Kita akan membuat embung seluas 1,2 hektare. Tempatnya di tempat masyarakat, bukan di sawah, karena kalau sawah kan pasti banyak, apalagi kita di LBS,” katanya.
Asep menambahkan, persiapan pembangunan embung telah dilakukan bersama jajaran terkait, termasuk pengecekan kondisi lapangan. Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah menyiapkan anggaran untuk mendukung rencana pembangunan tersebut.
“Kita sudah persiapkan dengan Pak Dandim di lapangan, dan pemerintah daerah sudah menyiapkan anggarannya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pembangunan embung tersebut memiliki fungsi strategis, terutama untuk menghadapi dua persoalan yang kerap terjadi, yakni kekeringan saat musim kemarau dan limpasan air ketika curah hujan tinggi.
“Yang kita hadapi adalah satu kekeringan, yang kedua adalah kemanjiran,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kekeringan, embung tersebut nantinya diharapkan mampu mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian sekitar 1.500 hektare di wilayah Cibarusah, khususnya kawasan atas yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sumber air.
Asep menyebut, sebagian lahan pertanian di kawasan tersebut saat ini hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun. Dengan adanya embung dan jaringan saluran irigasi, produktivitas pertanian diharapkan dapat meningkat.
“Gunanya embung ini, untuk kekeringan ada 1.500 hektare di daerah Cibarusah, daerah atas yang memang sekarang ini panennya hanya sekali,” katanya.
Nantinya, air dari embung akan dialirkan melalui saluran-saluran kecil menuju area persawahan. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan air sehingga petani memiliki peluang untuk meningkatkan frekuensi tanam dan panen.
“Mungkin dibuatnya embung nanti akan dibuat saluran-saluran kecil yang nanti mengairi sawah. Akhirnya sawah bisa dua sampai tiga kali panen,” tutur Asep Surya Atmaja.
Selain sebagai cadangan air untuk pertanian, embung juga dirancang untuk menampung air ketika curah hujan tinggi. Dengan demikian, air hujan dapat ditahan terlebih dahulu sebelum disalurkan secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan.
“Selain itu juga bisa menahan air. Saat hujan tinggi akan ditampung juga di embung, setelah itu baru disalurkan ke daerah-daerah yang memang lebih membutuhkan,” pungkasnya.
Pemkab Bekasi berharap pembangunan embung tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat di wilayah Cibarusah.
Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Arm. Vicky Harryanto Mamonto menambahkan, kesiapan lahan untuk pembangunan embung telah dilakukan survei bersama sejumlah stakeholder.
“Yang kemarin sudah disurvei, ada di kampung Pamoyangan, Luasnya 1,2 hektare,” ujar Letkol Arm. Vicky Harryanto Mamonto.
Menurutnya, lahan tersebut nantinya akan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bekasi. Proses pembebasan lahan, termasuk administrasi dan perizinan, akan dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Khususnya untuk punggung. Nanti pembebasan lahan, terima kasih Pak Bupati dari Pemda, karena akan menjadi aset Pemda. Akan dibebaskan oleh Pemda, termasuk administrasinya, perizinan dan lain-lainnya,” jelasnya.
Dandim menambahkan, pihaknya akan turut membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pembangunan embung tersebut. Dalam perencanaannya, embung akan mendukung sejumlah punggung dan sistem pengairan yang diharapkan memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian.
“Rencananya untuk lima punggung. Tiga grand design dari IRPOM, kemudian damparit yang masuk punggung, memiliki potensi pengairan total kurang lebih 1.500 hektare untuk pesawahan,” katanya.
Ia menyebutkan, masyarakat memberikan respons positif terhadap rencana pembangunan embung. Dukungan tersebut tidak terlepas dari kondisi kekeringan yang saat ini menjadi salah satu persoalan bagi petani.
“Pada saat kemarin kita survei dengan semua stakeholder, di semua lini masyarakat sangat mendukung. Karena kondisi hari ini kekeringan, gagal panen. Artinya, masyarakat dengan adanya embung dan perbaikan tadi, baik jangka pendek maupun jangka menengah, sangat mendukung. Masyarakat juga semuanya semangat,” ungkapnya.
Selain menjadi sumber cadangan air untuk pertanian, keberadaan embung juga dinilai memiliki fungsi konservasi. Saat musim hujan, tampungan air dapat membantu mengurangi limpasan air yang berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir.
“Selain mengatasi kekeringan, seperti disampaikan Pak Bupati juga, embung ini bisa menjadi konservasi air. Ketika musim hujan datang, dengan embung seluas 1,2 hektare, paling tidak bisa menampung air,” tuturnya.
Dengan demikian, pembangunan embung di wilayah Cibarusah diharapkan tidak hanya menjadi solusi menghadapi kekeringan dan menjaga produktivitas pertanian, tetapi juga bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.
Reporter : Andre M. Jafar
Editor : Fuad Fauzi