Selasa, 27 Oktober 2026

59 Desa Masih Terdampak Kekeringan, 18,3 Juta Liter Air Bersih Sudah Disalurkan

SOSIAL   Oct 27, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 94 Kali


id13896_IMG-20261027-WA0054.jpg


CIKARANG PUSAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 59 desa di 15 kecamatan terdampak kekeringan hingga Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data pembaruan pukul 22.00 WIB, total air yang telah disalurkan mencapai 18.397.275 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dampak kekeringan tercatat dirasakan oleh 41.540 kepala keluarga (KK) atau 121.693 jiwa.

“Kami terus melakukan upaya penanganan kekeringan melalui pendistribusian air bersih dan air minum kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan bersama berbagai pihak agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi.

Selain berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih, kekeringan juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat lahan pertanian seluas 539 hektare terdampak yang tersebar di sembilan kecamatan dan 28 desa di Kabupaten Bekasi.

“Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memengaruhi lahan pertanian. Karena itu, penanganannya membutuhkan langkah terpadu sesuai dengan kebutuhan di setiap wilayah,” kata Dodi.

Dalam penanganannya, BPBD berkolaborasi dengan instansi teknis, TNI/Polri, Perumda Tirta Bhagasasi, PMI Kabupaten Bekasi, pemerintah kecamatan dan desa, serta dunia usaha dan lembaga sosial. Upaya yang dilakukan meliputi distribusi air bersih, normalisasi aliran sungai, pompanisasi lahan pertanian, penertiban bangunan liar yang menghambat aliran sungai, serta pembersihan dan pengangkutan sampah.

“Untuk membantu sektor pertanian, Dinas Pertanian melakukan pompanisasi di wilayah terdampak. Sementara itu, normalisasi sungai, penertiban bangunan liar, dan pembersihan sampah juga dilakukan untuk mendukung kelancaran aliran air,” jelasnya.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD, penyaluran air melibatkan puluhan instansi, perusahaan, organisasi, dan lembaga sosial. BPBD Kabupaten Bekasi menyalurkan 5.160.000 liter, Perumda Tirta Bhagasasi 4.184.000 liter, BPBPK Jakmet Kementerian Pekerjaan Umum 3.680.400 liter, serta PMI sebanyak 2.753.075 liter.

“Selain dukungan pemerintah daerah, bantuan juga datang dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga sosial. Kolaborasi ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat di berbagai wilayah terdampak,” ungkap Dodi.

Untuk memperkuat ketersediaan air, bantuan sarana penampungan berupa toren berkapasitas 1.000 liter, 2.000 liter, hingga 5.000 liter telah disalurkan ke sejumlah desa. Wilayah penerima bantuan antara lain Kecamatan Pebayuran, Cikarang Pusat, Bojongmangu, dan Cikarang Selatan.

“Penempatan toren dilakukan untuk mendukung penampungan air agar masyarakat lebih mudah memperoleh pasokan. Kami juga terus mendorong penyediaan sumber air alternatif untuk membantu wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih,” katanya.

Dukungan penyediaan sumber air juga dilakukan melalui pembangunan sumur bor dan sumur satelit. Bantuan tersebut berasal dari Baznas Kabupaten Bekasi, PT Pertamina EP Tambun Field, Yayasan Sinergi Cahaya Kamil, dan PT Hankook. Selain itu, PMI mengoperasikan posko pengolahan air bersih di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.

“Penyediaan sumur bor, sumur satelit, dan posko pengolahan air bersih menjadi bagian dari upaya memperkuat akses masyarakat terhadap air. Sarana tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama di lokasi yang mengalami kesulitan mendapatkan air,” tutur Dodi.

Meski distribusi air telah mencapai lebih dari 18,3 juta liter, kebutuhan penanganan kekeringan masih mencakup pasokan air bersih dan air minum, penambahan tempat penampungan air, normalisasi sungai, serta penyediaan sumur satelit. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami masih membutuhkan dukungan air bersih, air minum, penampungan air, normalisasi sungai, dan sumur satelit. Kami berharap sinergi seluruh pihak terus berjalan agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara optimal,” pungkasnya. (*)

Reporter : Tata Jaelani
Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

59 Desa Masih Terdampak Kekeringan, 18,3 Juta Liter Air Bersih Sudah Disalurkan
SOSIAL   Oct 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Baznas Salurkan Bantuan Kepada 500 Santri Penghafal Al-Qur'an
SOSIAL   Oct 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sosialisasi Musrenbang CSR 2026, Bappeda Selaraskan Program CSR dengan Kebutuhan Masyarakat
SOSIAL   Oct 22, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Bangun Green House Melon Premium, CSR Yutaka Buka Peluang Ekonomi Warga
SOSIAL   Oct 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Bekasi Cerdas, Baznas Salurkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri untuk 326 Penerima
SOSIAL   Oct 19, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik