Kamis, 20 Agustus 2026

50 Tahun Mengabdi di Pramuka, Kak Bantir Supriadi Raih Piagam Pancawarsa Utama

UMUM   Aug 20, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 69 Kali


id13508_Compress_20260820_141919_9050.jpg
Dedikasi panjang selama puluhan tahun di Gerakan Pramuka mengantarkan Kak Bantir Supriadi (ke-5 dari kanan) menerima Piagam Pancawarsa Utama Ke-X pada Upacara Hari Pramuka ke-65 yang digelar 14 Agustus 2026.

CIKARANG PUSAT– Dedikasi panjang selama puluhan tahun di Gerakan Pramuka mengantarkan Kak Bantir Supriadi menerima Piagam Pancawarsa Utama pada Upacara Hari Pramuka ke-65 yang digelar pada 14 Agustus 2026.

Penghargaan Pancawarsa X tersebut diberikan pada Upacara Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Bekasi yang digelar pada 14 Agustus 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian dan konsistensinya dalam membina serta memajukan Gerakan Pramuka, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi.

Bagi pria kelahiran Tambun ini, penghargaan bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan simbol perjalanan panjang pengabdian yang telah ia jalani sejak masih berstatus guru hingga memasuki masa pensiun.

Menariknya, perjalanan Bantir di dunia Pramuka justru diawali dari ketidaktertarikan. Ia mengenal Pramuka ketika masih menjadi guru SD. Pada 22 Juni 1970, ia bersama sekitar 100 murid kelas IV, V, dan VI mengikuti kegiatan ke Jakarta Fair.

Saat itu seluruh guru diwajibkan mengenakan seragam Pramuka. Dalam sebuah kesempatan, seorang pemuda memberikan sejumlah pertanyaan kepadanya mengenai Gerakan Pramuka, mulai dari Gugus Depan (Gudep), Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, tingkat kemahiran hingga Kamabigus.

"Saya tidak bisa menjawab satu pun. Peristiwa itu sangat memalukan bagi saya. Justru dari situlah saya penasaran dan ingin mengetahui apa, siapa, di mana dan bagaimana sebenarnya Gerakan Pramuka," ujar Bantir dalam keterangannya.

Rasa penasaran tersebut kemudian menjadi titik awal perjalanan panjangnya. Pada 1975, ketika sekolahnya menyelenggarakan Kursus Mahir Dasar (KMD), Bantir sempat tidak didaftarkan oleh kepala sekolah karena dianggap kurang aktif dalam kegiatan Pramuka.

Namun, ia tidak menyerah. Bantir memilih mendaftar dan membiayai sendiri keikutsertaannya dalam KMD. Bahkan, selama mengikuti pendidikan tersebut, ia mengaku mendapat berbagai pengalaman dan tantangan yang tidak terlupakan.

"Saya dikerjai para pelatih, terutama saat apel pagi dan upacara. Ada saja tugas yang diberikan. Tetapi Alhamdulillah, setelah selesai KMD saya justru terpilih sebagai peserta terbaik," kenangnya.

Pada masa itu, keterbatasan jumlah pelatih Pramuka di Bekasi membuat penyelenggara KMD harus mendatangkan pelatih dari sejumlah daerah, seperti Sukabumi, Bogor dan Cianjur.

Pengalaman tersebut justru semakin memperkuat kecintaannya terhadap Pramuka. Ia menilai Gerakan Pramuka merupakan organisasi nonpolitik yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurut Bantir, Pramuka mengajarkan banyak nilai kehidupan, termasuk kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin.

"Saya aktif bukan karena mengejar jabatan atau materi. Saya merasa memiliki tanggung jawab bersama untuk memajukan Gerakan Pramuka," tegasnya.

Meski telah pensiun dari Dinas Pendidikan pada 2006, Bantir mengaku tidak pernah merasa pensiun dari Gerakan Pramuka. Baginya, pengabdian di Pramuka tidak mengenal batas usia.

"Di Pramuka tidak ada istilah pensiun. Walaupun saya sudah pensiun dari Dinas Pendidikan, saya tetap aktif. Kegiatan bernyanyi, berkemah, bertepuk tangan dan bergaul dengan peserta didik membuat saya tetap bersemangat," katanya.

Keterlibatan Bantir dalam kegiatan Pramuka di wilayah Bekasi telah berlangsung sejak awal 1970-an. Ia mengingat keterlibatannya dalam kegiatan di kawasan Rawa Baru yang kemudian menjadi Karang Kitri di Jalan Cut Mutiah, Kota Bekasi, ketika Kwarcab dipimpin H. Abdul Fatah pada sekitar 1973.

Selain itu, Bantir juga memiliki pengalaman yang cukup unik terkait kegiatan kepramukaan di wilayah Tambun pada 1964, ketika dirinya masih duduk di kelas II SMAN Bekasi.

Sebagai pemuda asli Tambun, ia mengetahui adanya kegiatan Pramuka di wilayah Setiadarma, Tambun. Saat itu kegiatan tersebut dikenal masyarakat sebagai "Jambore", karena anggota Pramuka dari sejumlah daerah sekitar Tambun berkumpul dan berkemah secara bergiliran.

Namun, menurut Bantir, sistem administrasi dan organisasi Gerakan Pramuka pada masa itu belum tertata seperti sekarang.

"Kalau menggunakan istilah kegiatan Pramuka sekarang, kegiatan tersebut lebih tepat disebut Perkemahan Wirakarya (PW)," ungkapnya.

Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian penting dari sejarah pengabdian Bantir di Gerakan Pramuka. Dari seorang guru yang awalnya bahkan tidak memahami istilah-istilah dasar kepramukaan, ia kemudian tumbuh menjadi salah satu sosok yang konsisten mengabdikan diri dalam pembinaan Pramuka.

Penerimaan Piagam Pancawarsa Utama Ke-X pada Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 pun menjadi momentum istimewa sekaligus penanda atas perjalanan pengabdian yang telah ia jalani selama puluhan tahun.

Bagi Bantir, penghargaan tersebut bukanlah akhir perjalanan, melainkan dorongan untuk terus menjaga nilai-nilai kepramukaan dan mewariskan semangat pengabdian kepada generasi berikutnya.

"Pramuka telah memberikan banyak pelajaran dalam hidup saya. Karena itu, selama masih mampu, saya akan tetap mengabdi dan ikut memajukan Gerakan Pramuka," tutupnya.

Reporter : Andre M Jafar

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Rawat Kerukunan, FKUB Bangun Harmoni di Tengah Keberagaman
UMUM   Aug 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Aktif Dukung Program Pembangunan Daerah, CCEP Raih Penghargaan dari Pemkab Bekasi
UMUM   Aug 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
50 Tahun Mengabdi di Pramuka, Kak Bantir Supriadi Raih Piagam Pancawarsa Utama
UMUM   Aug 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kecamatan Cikarang Pusat Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Sinergi dan Kolaborasi
UMUM   Aug 17, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
HUT Ke -81 RI, Camat Bojongmangu Sobirin : Jaga Kondusivitas Jelang Pilkades
UMUM   Aug 17, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik