CIKARANG TIMUR - Pemkab Bekasi menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) jenjang Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) tingkat Kabupaten Bekasi, yang berlangsung di Gedung Graha Pariwisata Kompleks Stadion Wibawa Mukti Cikarang pada Kamis (30/10/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam memperkuat kaderisasi dan menumbuhkan semangat generasi muda untuk mencintai serta mengamalkan nilai-nilai Al-Quran.
Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Bekasi, Hudaya, menyampaikan dalam sambutannya, bahwa penyelenggaraan MTQ tidak hanya sekadar kompetisi membaca atau menghafal Al-Quran, tetapi juga merupakan sarana strategis dalam mencetak generasi yang kuat, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman agama yang mendalam.
“Dalam era yang terus berkembang dengan tantangan yang semakin kompleks, keberlanjutan dan kaderisasi para penghafal Al-Quran menjadi esensial. MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi wahana strategis untuk mencetak generasi yang menjadi teladan di masyarakat,” ujar Hudaya.
Hudaya mengatakan, pentingnya kaderisasi para penghafal Al-Quran sebagai upaya menjaga keberlanjutan tradisi keagamaan di tengah perubahan zaman. Menurutnya, tanpa proses kaderisasi yang terstruktur dan berkesinambungan, semangat menghafal Al-Quran berpotensi melemah di kalangan generasi muda.
Oleh karena itu, ia mendorong agar anak-anak diperkenalkan dengan Al-Quran sejak usia dini melalui pembelajaran yang menarik dan efektif di TPQ.
“Dengan memperkenalkan Al-Quran kepada anak-anak, mereka bukan hanya belajar membaca dan menghafal, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Inilah yang akan menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Menurutnya, MTQ TPQ Kabupaten Bekasi memiliki peran sentral dalam memfasilitasi kaderisasi tersebut dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga keluarga, sebagai bentuk kolaborasi dalam mencetak generasi Qurani yang unggul.
“MTQ ini menjadi sarana untuk mengevaluasi sejauh mana pencapaian kaderisasi yang telah dilakukan. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, diharapkan kegiatan ini dapat terus berjalan setiap tahun agar keberlanjutan tradisi menghafal Al-Quran tetap terjaga,” ujarnya.
Dirinya berpesan kepada para peserta agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan menjaga hafalan Al-Quran.
“Apa yang dipelajari hari ini akan menjadi cahaya dalam hidup kalian. Jadilah penghafal Al-Quran yang membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan umat,” pesannya.
Hudaya menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, guru, dan pembimbing TPQ yang dengan penuh dedikasi membina generasi muda agar mencintai Al-Quran.
“Semoga Kabupaten Bekasi senantiasa melahirkan generasi Qurani yang kuat, penuh integritas, dan mampu membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat,” tutup Hudaya.
Reporter : Andre M Jafar
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 8
Pengunjung Bulan ini : 369678
Total Pengunjung : 4103815