Senin, 22 Juni 2026

Manfaatkan Maggot, Pemda Bekasi Siap Launching Pengelolaan Sampah Organik

PEMERINTAHAN   Aug 14, 2023  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 2.919 Kali


id7895_WhatsApp Image 2023-08-14 at 18.39.13.jpeg
MAGGOT : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi akan melaunching Program Sistem Pengolahan Sampah di Hulu dengan Metode Maggot/Hermatia (Stample Setia) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Foto Dani Ibrahim

CIKARANG PUSAT - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi akan melaunching Program Sistem Pengolahan Sampah di Hulu dengan Metode Maggot/Hermatia (Stample Setia) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Program tersebut merupakan inovasi dari DLH Kabupaten Bekasi dalam pengelolaan sampah.

"Pada Selasa (15/08/202) akan dilaunching kegiatan program Stempel Setia dan langsung akan dibuka oleh Pak Pj Bupati," ujar Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bekasi, Mansur Sulaeman pada Senin (14/08/23).

Stample Setia merupakan inovasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi dalam sistem pengolahan sampah di hulu dengan metode maggot atau hermatia. Rencananya, program ini akan dilauncing diempat titik lokasi secara bersamaan di antaranya sebagai user pusatnya di TPS 3R Komplek Pemda Bekasi, Kantor Kecamatan Bojongmanggu, SMPN 2 Cikarang Pusat dan UPTD Pasar Babelan.

Inovasi program ini selanjutnya akan diterapkan disemua lini dan instansi di Kabupaten Bekasi yang tujuan utamanya untuk mengurangi beban volume sampah ke TPA Burangkeng.

Bertepatan launcing Program Stempel Setia ini juga akan diberikan penghargaan oleh Pj Bupati Bekasi kepada para inisiator pilot projek pengelolaan sampah organik dengan sistem budidaya maggot atau Hermatia.

Untuk diketahui inovasi pengelolaan sampah organik dengan biokonversi maggot BSF (Black Soldier Fly). Maggot BSF atau belatung adalah larva dari lalat Black Soldier Fly dengan nama latin Hermetia Illucens.

Maggot berguna dalam proses penguraian bahan-bahan organik karena Maggot mengkonsumsi sampah sayuran dan buah. Kemampuan Maggot dalam mengurai sampah sangat cepat.

Dalam waktu 24 jam 10.000 ekor Maggot BSF dapat mengurai 5 kg sampah organik. Maggot juga mampu memakan sampah organik sebanyak 2 hingga 5 kali berat badannya per hari, sehingga harapan bisa mengurangi volume sampah yang akan dibawa ke TPA Burangkeng.

Penghargaan akan langsung diberikan kepada lima penerima di antaranya, Kabag Umum Setda Bekasi dalam Pengelolaan TPS 3 R Komplek Pemda Bekasi, Camat Bojongmanggu, Kepala Sekolah SMPN 2 Cikarang Pusat, Kepala UPTD Pasar Babelan dan Tokoh Masyarakat sekaligus penggiat lingkungan.

Reporter : Heru Budian Timor

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Menuju CSR Award 2026, Bappeda Kabupaten Bekasi Matangkan Penilaian Tata Kelola CSR
PEMERINTAHAN   Jun 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kabupaten Bekasi Raih Prestasi Terbaik I Tata Kelola CSR Tingkat Lanjutan se-Jawa Barat 2026
PEMERINTAHAN   Jun 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
1.500 Hektar Sawah Terancam Kekeringan, Pemkab Bekasi Siap Normalisasi Sungai dan Tertibkan Ratusan Bangli
PEMERINTAHAN   Jun 19, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Memulai Pelaksanaan Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026
PEMERINTAHAN   Jun 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kampus 17 Disdukcapil Kabupaten Bekasi Sasar 64.842 Pelajar untuk Perekaman e-KTP
PEMERINTAHAN   Jun 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik